INDUSTRY.co.id - Jakarta – Keluarga Alumni Fisipol Universitas Gadjah Mada (Kafispolgama) bersama ExportHub.id dan AEXI menggelar acara yang bertajuk “Unggul di Persaingan Global Digital Era: Kompetensi Kunci Membangun Kredibilitas Diri” pada Kamis, (8/7/2021) via Zoom yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta lintas alumni dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada.
Turut hadir dalam acara tersebut Setya Utama, Ketua Umum Kafispolgama, Wawan Mas’udi, Dekan Fisipol UGM, Amalia S. Prabowo, Managing Director ExportHub.id, Ghafran Cakradiwirya, Direktur Alibaba.com Authorized Global Channel Indonesia, Aron Ng’, GM International Business PT AEXI dan Irene Marshella, Head of Global Partnership PT AEXI.
Dalam sambutannya, Setya mengutip dari data Menteri Keuangan Sri Mulyani April lalu yang menyebutkan bahwa kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian Indonesia semakin meningkat. Nilai transaksi ekonomi digital di Tanah Air pada tahun lalu mencapai USD 44 miliar atau setara Rp 638 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS. Nilai itu menurutnya bisa meningkat menjadi USD 124 miliar (setara Rp 1.798 triliun) atau tiga kali lipat pada 2025.
“Ekonomi digital ke depan akan didominasi oleh sektor E-commerce, karenanya kita semua harus bersiap dan memiliki modal untuk menghadapi era disrupsi ini. Baik dari pemerintah, industri, Lembaga Pendidikan dan komunitas masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan digital talent baik social skill maupun digital skill,” ujar Satya.
Sementara Ghafran dalam sesinya menyampaikan, total impor dunia adalah USD 16 Triliun, sedangkan total ekspor Indonesia adalah USD 153 Miliar atau tidak sampai satu persen kontribusi Indonesia di pasar global. Data yang menarik yang dipaparkan oleh Ghafran adalah Indonesia memiliki tonase yang besar dalam ekspor namun valuenya kecil.
“Akan lebih menguntungkan bagi pelaku ekspor apabila kita bisa melalukan transaksi untuk produk yang memiliki volume yang kecil namun memiliki value yang besar, dimana otomatis faktor keuntungannya akan menjadi lebih besar setelah kita memasukan faktor biaya logistik. Hal ini akan bisa kita peroleh jika produk yang ditransaksikan adalah produk jadi, bukan raw material” kata Ghafran.
Ghafran pun mengajak para mahasiswa Fisipol UGM untuk berkontribusi di ekspor Indonesia, “Bersamaan dengan ini AEXI mengajak teman-teman sekalian untuk turut berkontribusi di ekspor Indonesia, memasarkan produk hasil olahan Indonesia melalui platform digital.” ajak Ghafran.
AEXI, atau PT. Andalan Export Indonesia adalah sebuah perusahaan bagian dari ekosistem ExportHub.id yang berfokus kepada membuka akses penjualan produk Indonesia ke kancah perdagangan global, dimana AEXI juga merupakan Authorized Partner dari Alibaba.com di Indonesia.
Untuk diketahui, AEXI telah membuka akses menuju pasar global melalui pembukaan account di Marketplace B2B global, serta pendampingan untuk optimalisasi toko online, melalui maksimalisasi fitur toko, tenaga store operator hingga tenaga agregator ekspor.
“Kenapa Alibaba.com? Karena Alibaba.com adalah marketplace global terbesar saat ini dengan 785 juta pengguna yang tersebar di 190 negara, dengan beragam fitur kemudahan, seperti pilihan 16 bahasa, customized website, product showcase, dan Access to buyer request,” ujarnya.
AEXI juga menawarkan keahlian kepada mahasiswa untuk dapat membuka dan mengoperasikan toko online global, mencari dan menemukan peluang ekspor.
Selain itu para mahasiswa akan dapat menganalisa kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan memenuhi standarisasi yang di perlukan oleh produk-produk Indonesia dalam menembus pasar ekspor.
Ghafran berharap, dengan kayanya produk-produk dalam negeri Indonesia dan banyaknya pelaku UMKM, maka kita dapat meningkatkan ekspor produk jadi Indonesia.
“Khususnya jika standarisasi produk jadi kita dapat memenuhi standarisasi permintaan para buyer, maka Indonesia diyakini bisa memberikan peran yang lebih besar di pasar global,” tutup Ghafran