Pemerintah Wajib Benahi Koordinasi dan Komunikasi Publik di Masa Pandemi

Oleh : Mohammad Shihab | Minggu, 18 Juli 2021 - 17:07 WIB

Mohammad Shihab
Mohammad Shihab

INDUSTRY.co.id - Pemerintah akan memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) Darurat. Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan jumlah kasus covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi. Sementara itu, situasi PPKM Darurat pun membuat masyarakat menjadi gaduh dan PPKM Darurat ramai diperbincangkan di media sosial. 

Sejauh ini ada beberapa hal yang membuat masyarakat gaduh. Pertama, penegakan PPKM terlihat belum konsisten, terutama di daerah luar DKI Jakarta. Penegakan PPKM dilakukan dengan pendekatan yang berbeda-beda. Ada yang kasar, tetapi ada juga yang humanis. Inkonsistensi ini tidak hanya gagal menciptakan kesamaan persepsi publik bahwa kita semua sedang dalam situasi darurat, tetapi juga memberikan kesan bahwa lingkaran Pemerintah sendiri tidak kompak dalam menegakkan aturan PPKM.

Kegaduhan berikutnya terjadi akibat komunikasi public yang buruk. Di masa krisis kesehatan ini, publik perlu ditenangkan. Namun, bukannya menciptakan suasana yang teduh, sejumlah pejabat yang menjadi wajah Pemerintah malah mengeluarkan pernyataan yang tidak menunjukkan suasana krisis. 

Beberapa pernyataan yang terdengar prediktif, arogan, dan kurang sensitif terhadap situasi dikeluarkan di depan ruang publik. Mulai dari prediksi kapan kasus covid-19 akan turun, menyuruh orang yang kritis untuk melihat situasi terkendali, hingga asyik menyaksikan sinetron di tengah situasi krisis. Semua terpampang di ruang publik. Padahal, masyarakat kecil menaruh harapan besar bahwa PPKM Darurat segera selesai dan mereka bisa kembali mengais rezeki. 

Fearn-Banks dalam bukunya Crisis Communications telah menggambarkan bahwa dalam situasi krisis tidak ada kepala yang dingin, semua orang merasa stress, dan pikiran kita akan terpecah-pecah. Oleh sebab itu, koordinasi dan komunikasi public yang terencana sangat dibutuhkan dan Pemerintah harus membenahi cara berkomunikasi dengan publik. 

Pertama, Presiden Jokowi sebagai pemimpin negara harus mengkoordinasi seluruh kepala daerah dan memastikan bahwa seluruh proses penegakan PPKM Darurat berjalan humanis dan santun tanpa kekerasan. Pendekatan kekerasan hanya akan menimbulkan bibit kebencian dan potensi konflik antara masyarakat dengan Pemerintah.

Kedua, pejabat Pemerintah yang mengatur PPKM harus hati-hati dalam menyampaikan pesan, baik di depan publik maupun di ruang publik. Para pejabat yang menjadi juru bicara harus menghindari pernyataan yang bersifat prediktif karena prediksi akan melahirkan ekspektasi di mata publik. Ketika prediksi meleset tidak sesuai ekspektasi, maka publik publik pun akan menuntut. Optimisme sangat diperlukan di masa krisis, tetapi tetap harus realistis.

Ketiga, Pemerintah perlu mengakui bahwa Pemerintah tidak bisa berjuang sendiri dalam mengatasi pandemi ini. Terus menerus menyangkal situasi terkendali hanya semakin memperlihatkan ketidakmampuan Pemerintah. Pemerintah harus bisa menunjukkan apa yang terkendali dan mengakui apa yang tidak terkendali. 

Ucapan terima kasih harus bisa disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada warga, kelompok-kelompok masyarakat, yang sudah saling tolong-menolong di masa krisis ini. Komunikasi bukanlah “obat” dari segala masalah. Namun, komunikasi yang baik bisa menjadi awal penyelesaian masalah.

Oleh: Mohammad Shihab 
Dosen Public Relations, Program Studi Ilmu Komunikasi, President University.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peraih medali emas Hidilyn Diaz dari Filipina (Foto Reuters)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Anak Tukang Becak Ini Ungkap Rahasia Doa, Hingga Meraih Medali Emas Pertama Filipina di Olimpiade Tokyo

Jakarta-Para uskup Katolik Filipina mengucapkan selamat kepada Hidilyn Diaz, atas prestasinya meraih medali emas Olimpiade pertama Filipina. Atlet angkat besi ini, tidak hanya atas kemenangannya…

Menpora Amali Pastikan Semua Atlet Olimpiade Tokyo Dapat Apresiasi dari Pemerintah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi dari pemerintah. Terutama para atlet yang sudah menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam ajang olahraga paling bergengsi di dunia tersebut.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Menpora Amali Sampaikan Kabar Baik! Semua Atlet Olimpiade Tokyo Akan Dapat Apresiasi dari Pemerintah

Jakarta-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi…

Ilustrasi Perjalanan Udara (Shutterstock)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:30 WIB

Krisis Covid-19, India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional Hingga 31 Agustsus 2021

India sekali lagi telah memperpanjang larangan penerbangan internasional hingga 31 Agustus 2021. Hal ini sesuai surat edaran yang telah dikeluarkan oleh regulator penerbangan Direktorat Jenderal…

HIPPINDO Buka Sentra Vaksinasi di Solo

Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:28 WIB

Perluas Akses Vaksinasi Covid-19, HIPPINDO Buka Sentra Vaksinasi di Solo

Untuk membantu akselerasi program vaksinasi nasional, HIPPINDO memperluas akses vaksinasi Covid-19 dengan menyelenggarakan sentra vaksinasi di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah…

Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:06 WIB

Bapak Ibu, Pesan BMKG Agar Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan hari ini. Warga diminta waspada dengan perubahan cuaca yang terjadi.