INDUSTRY.co.id - Jakarta, Masyarakat Indonesia akhirnya bisa bernafas lega, pasalnya tidak semua orang yang dinyatakan positif Covid-19 perlu mendatangi dokter atau dirawat di Rumah Sakit.
Ya, adalah Faheem Younus, seorang dokter sealigua Pakar penyakit menular dari Maryland Upper Chesapeake Health, di Amerika Serikat (AS) yang memberikan penjelasan tentang hal tersebut melalui cuitannya di akun Twitter @FaheemYounous.
Tak hanya itu, Ia juga menyampaikan seluruh permasalahan yang kerap dikhawatirkan oleh masyarakat terkait alur penularan penyakit covid dan cara menangkalnya.
Bahkan, Ia menuliskannya semua itu dengan menggunakan bahasa indonesia.
"COVID: Kapan harus ke dokter?," katanya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (13/7/2021).
"Jika memiliki penyakit penyerta, usia> 65, oksimetri nadi <92%, gangguan kekebalan (~15% dari semua kasus)," sambungnya.
Namun sebaliknya, masyarakat yang terkena Covid menurutnya tidak perlu kedokter dan cukup pulihkan di rumah jika oksimetri nadi lebih dari 92.
"Dan jangan minum steroid, ivermectin, vitamin, antibiotik (~85% dari semua kasus)," ungkapnya lagi.
Selain itu, Ia mengatakan bahwa masyarakat yang dinyatakan positif Covid untuk tidak perlu panik.
"Jangan Panik (Stay Calm). >85% pasien COVID TIDAK membutuhkan oksigen ekstra, antivirus, atau rawat inap. Mereka dapat sembuh di rumah dengan pengobatan simtomatik," ucapnya.
"jika Anda berusia di bawah 60 tahun dengan oksimetri nadi >92%, kemungkinan besar Anda termasuk di antara 85%," sambungnya lagi.
Jadi menurutnya, jika terdiagnosis covid masyarakat cukup mengisolasi diri di rumah.
"Pakai masker di sekitar anggota keluarga. Obati demam/nyeri dengan parasetamol atau ibuprufen. Lalu akhiri isolasi setelah 10 hari dan jangan ulangi tes covid serta dapatkan vaksinasi dalam 1-3 bulan kedepan," bebernya.
Kemudian, dikatakannya lebih lanjut, garis atau alur waktu terjadinya penularan covid ialah 5 hari sebelum sakit atau saat Virus terhirup.
"2 hari sebelum sakit: Anda menular!," ujarnya.
Selanjutnya, hari 0-5, gejala pertama berkembang. Lalu hari 5-10 merupakan fase gejala memburuk.
"Hari 11 dan seterusnya: Anda tidak menular. Akhiri isolasi," tukas Faheem Younus.
"Hari 15: Sebagian besar pasien sembuh," jelasnya lagi.
Ia juga kembali menegaskan bahwa pasien covid tidak akan menularkan virus hidup setelah 9 hari timbulnya gejala.
"Akhiri isolasi pada hari ke 10 tanpa tes negatif," pungkasnya.
Faheem juga menekankan bahwa sebagian besar pasien isolasi mandiri akan pulih dalam 2-3 minggu.
Dan beberapa gejalapun akan hilang dalam beberapa bulan.
Adapun soal kerusakan jangka panjang yang obyektif, menurutnya hal itu jarang terjadi.
"Akhiri isolasi setelah 10 hari onset gejala. Kekebalan dapat bertahan 6-12 bulan," imbuhnya.
Terakhir, masih dalam cuitannya dengan bahasa indonesia, Ia berharap agar masyarakat senantiasa mengikuti petunjuk dokter atau Sains. Kemudian taat memakai masker. Lalu membatasi pertemuan dalam ruangan.
Alasan yang poin jika berada didalam ruangan ber-AC bersama orang lain tanpa masker maka bersiko tinggi terinfeksi covid-19.
"Lebih dari 90% infeksi COVID ditularkan di dalam ruangan," tutupnya.