INDUSTRY.co.id - Ruang digital kini menjadi sarana beraktifitas dan memanfaatkannya untuk produktif dan kreatif. Para orang tua bekerja di rumah (WFH), begitupun anak-anak yang terpaksa harus mendapatkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau secara online.

Bahkan untuk waktu yang lama anak tidak bermain dan bertemu dengan teman-temannya. Social distancing yang mengharuskan setiap orang di rumah termasuk anak membuat kesehatan fisik dan mental rentan stres.

"Hal yang tak kalah penting kesehatan fisik meski bisa terabaikan karena orangtua yang Work From Home (WFH) cenderung merasa harus lebih produktif karena banyak waktu di rumah," kata Fiona V Damanik, Psikolog dan Konseler Universitas Multimedia Nusantara saat webinar Literasi Media wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Menurut Fiona orangtua harus memahami dulu kondisi pandemi yang memang tidak biasanya, merupakan kondisi sedang melawan keberadaan virus. Sehingga justru orangtua tidak perlu menekan diri pada keadaan.

Orangtua perlu mengetahui kondisi dirinya sebab keadaan orang tua seperti kestabilan emosi, kestabilan ekonomi, serta kesehatannya menjadi kunci penting melindungi anak termasuk pengetahuannya akan teknologi yakni literasi digital.

Sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia generasi anak-anak telah melampaui orangtua mereka dalam kemampuan teknologi, sehingga orangtua harus belajar literasi digital agar bisa jadi pembimbing anak. 

Orangtua perlu memahami aktivitas apa saja di internet yang mungkin akan berbahaya terhadap anak, dengan konsekuensi logisnya, untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dunia digital. Anak meski bisa lebih mudah menyerap teknologi, namun orang tua tetap harus terus belajar memahaminya juga.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Ciamis, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula narasumber seperti Klemes Rahardja Founder The Enterpreneur Society, Tohirin Ketua KNPI Ciamis, dan Chika Amalia seorang Public Figure Branding & Partnership. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.