INDUSTRY.co.id - Saat ini kejahatan di ruang digital semakin mengkhawatirkan. Selain itu ada bentuk kekerasan hingga ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital yang harus diwaspadai. 

Meski begitu di antara dampak negatifnya, masih ada dampak positif dari penggunaan media digital untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi yang harus diimbangi dengan adanya literasi digital yang bertujuan meningkatkan kecakapan masyarakat dalam menggunakan media berbasis digital.

"Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, sehingga internet menambah nilai ekonomi masyarakat," pesan Presiden Joko Widodo saat peluncuran program Literasi Digital Nasional.

Sementara itu menanggapi penyebaran hoaks hingga ujaran kebencian dan radikalisme di internet, Bentang Febriyanti dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia menjabarkan hal-hal yang perlu diketahui untuk mengecek berita dan informasi palsu. 

Beberapa jenis hoaks yang beredar di masyarakat adalah lowongan kerja palsu, hingga berita palsu yang dapat dicek terlebih dahulu kebenarannya. Di antaranya dengan meneliti sumber asli, foto, dan video yang bisa dilakukan melalui Google dan Yandex.

"Kalau foto tersebut hoax itu akan muncul, akan dipakai di media arus utama," ujar Bentang, saat webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Biasanya sumber berita palsu yang mengecohkan masyarakat itu merupakan berita di masa lampau yang tanggalnya diubah. Disarankan, sebelum memercayai sebuah informasi masyarakat perlu juga untuk meneliti sumber asli dan membandingkan dengan sumber berita lain.

"Jangan hanya membaca judul, tapi periksa isi beritanya. Kalau sebuah informasi belum cukup, kita harus menunggu dua atau tiga klarifikasi dari sumber media lain. Kalau kita ragu akan sumber sebaiknya hentikan, jangan menyebarkannya lewat Whats’App atau media sosial," ujarnya lagi.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini hadir pula narasumber Syarief Hidayatulloh Digital Strategic Hello Morning Monday, Dino Hamid Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, dan Firzie A Idris Assistant Editor Kompas.com. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.