INDUSTRY.co.id - Saat ini penyebaran informasi melalui teknologi dengan cepat menyebar tanpa arah dan batasan. Perkembangan Teknologi dan Informasi (TIK) telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan yang ada pada akhirnya memberi imbas pada perubahan perilaku.
Pertanyaannya perlukah kultur beretika di dunia digital? Namun sebelumnya ketahui dulu mengenai etika digital yang merupakan cara sopan menggunakan media sosial kepada orang lain baik dalam membuat laporan, informasi, berinteraksi serta memanfaatkannya secara sehat, cerdas, dan patuh pada norma hukum.
“Etika digital yang baik termasuk menggunakan bahasa dan penulisan kata baik pada saat mempublikasikan di media sosial agar tidak menyinggung pihak lain. Memberikan informasi yang sesuai dengan fakta dan tidak membuat konten yang mengandung SARA,” kata Jalu Dwi Putranto, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bekasi saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Etika digital dibuat dengan tujuan untuk menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lain. Keamanan digital, setiap warga supaya dapat menjaga dan berhati-hati dalam penyimpanan informasi dari pihak yang bertanggung jawab.
“Penggunaan etika digital yang baik itu seperti tidak membagikan hoaks, menggunakan bahasa yang baik, tidak mengusik privasi serta tidak mengganggu digital orang lain,” tuturnya.
Digitalisasi dan perubahan interaksi sosial saat ini pun memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya bisa mempererat persaudaraan, membentuk karakter kreatif, dan membentuk karakter cerdas, jiwa kewirausahaan serta berwawasan. Sementara dampak negatifnya cenderung memunculkan perilaku individualisme, penyalahgunaan tindakan kriminal secara online, fitnah, hingga provokasi.
Dengan berbagai dampak yang ditimbulkan sari keberadaan teknologi dan internet, tentunya setiap individu perlu untuk mendapatkan literasi digital serta pemahaman akan perlunaya etika digital untuk menghindari berbagai dampak negatif dari perubahan interaksi sosial di ranah digital.
Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Hadir pula narasumber seperti Oleg Sanchabahtiar Creative Concept dari Planet Design Indonesia, Florencia Irena seorang Pakar Psikolog Anak dan Remaja, serta Irma Pelutawati dari Relawan TIK Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital