INDUSTRY.co.id - Kecerdasan dalam literasi digital saat ini sama pentingnya dengan digital skills. Di mana penggunaan media digital perlu dipahami dan didasari dengan pengetahuan agar lebih bijak dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Salah satunya yang mengkhawatirkan setelah era keterbukaan informasi adalah munculnya berita hoaks yang menurut Wikipedia diartikan sebagai usaha menipu pembaca atau pendengar untuk mempercayai sesuatu.

“Hoaks sendiri ternyata memiliki tujuan yaitu menggiring atau membuat opini publik, membentuk persepsi, menipu, propaganda, menghasut, hingga black campaign,” kata Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Dia melanjutkan, hoaks memiliki banyak dampak di antaranya pada kesehatan mental bisa menimbulkan cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah. Sementara di sisi kesehatan fisik, hoaks bisa membuat sulit tidur, malas beraktifitas hingga susah konsentrasi. Di masyarakt hoaks juga menimbulkan relasi sosial yang tidak baik, bisa berupa saling ejek, saling debat, saling benci dan menimbulkan konflik serta perpecahan.

Hoaks jelas membahayakan dan bisa memecah belah masyarakat, karenanya perlu adanya pemahaman untuk mengenal ciri-ciri hoaks. Seperti judulnya yang provokatif sehingga memicu kecemasan, cenderung tidak netral, menggunakan nama yang mirip dengan media, minta divitalkan, memelintir pernyataan nara sumber hingga memanipulasi foto dan keterangan. Fibra pun menjabarkan peran setiap orang yang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks.

“Jadilah pembaca yang cerdas, baca keseluruhan artikel, cek siapa penulisnya, cek situsnya, cek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, cek keaslian foto, dan cari berita pembanding,” jelasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, setiap orang memiliki peran dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat. Selain itu beri tahu bahwa ada ancaman pidana dari penyebaran hoaks. Bahkan sedari kecil anak pun bisa diajarkan oleh orang tua agar memutus rantai generasi hoaks dengan melatih anak berpikir lebih kritis dan biasakan anak untuk memahami pesan dari berita yang dibacanya. Orang tua pun bisa bekerja sama dengan pihak sekolah terkait edukasi hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I Kabupaten Purwakarta merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara dumber kainny seperti Aditya Nova Ketua Jurusan Hotel dan Pariwisata IULI, Noor Kamil Co-Founder Mas Pam Records dan Desi Purnama, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 70 Jakarta. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.