INDUSTRY.co.id - Situasi pandemi telah mengubah manusia, hampir semua hal dilakukan secara digital lewat teknologi. Mulai dari belajar, sekolah, seminar, pertemuan hingga belanja online.
Salah satu perubahan yang terjadi misalnya dalam industri musik saat akan membuat karya. Biasanya para artis atau musisi melakukan kunjungan ke radio dan media, namun memiliki hambatan sehingga pendapatan menurun.
Tetapi menariknya untuk mereka yang cermat dan sigap melihat perubahan, kalangan ini tetap bisa mendapat penghasilan. Bisa melalui YouTube, Instagram, atau bekerja sama dengan agency brand sehingga peluangnya tak kalah besar.
“Ada banyak peluang di dunia digital. Peluang tidak hilang, hanya bergeser dari offline ke online,” kata Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Beberapa bidang pekerjaan baru dengan adanya digitalisasi pun bisa memberikan peluang, seperti online shop, dropshipper atau reseller, penerjemah, ilustrator, YouTuber, SEO Spesialist, hingga penulis Ebook. Syarief juga mencontohkan pekerjaan di industri musik yang berpindah ke arah digital. Seperti pengisi konten virtual, pengisi suara, cover lagu di media sosial, hingga menjadi komposer jingle iklan.
“Pendapatannya dari mana? Bisa dari royalti gubahan lagu, atau dari komunitas pecinta musik di media sosial atau endorsmen di media sosial,” katanya lagi.
Peluang industri musik di dunia digital menurut Syarief sangat besar, dia mencontohkan penyanyi Hanin Dhiya yang merupakan jebolan suatu ajang pencarian bakat saat ini bisa memiliki 2,96 juta subscriber di YouTube. Dia pun diperkirakan bisa menghasilkan uang Rp66 juta hingga Rp1 miliar setiap bulan berkat kemampuan bermusiknya.
“Berbeda dengan penyanyi dulu yang harus perjalanannya panjang, harus melakukan demo dulu ke perusahaan rekaman,” jelasnya.
Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.
Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Bentang Febrylian dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, Feby Indirani seorang Penulis dan Pegiat Literasi, dan Desi Purnama K Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 70 Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital