INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pusat perbelanjaan saat ini tak lagi sekedar untuk membeli berbagai kebutuhan, melainkan bisa jadi tempat pertemuan hingga hiburan. Rangkaian pengalaman menyenangkan tentu akan menghasilkan kepuasan pengunjung. Kenyamanan ini pun tak luput dari strategi marketing, mengubah dunia marketing yang sudah merambah ke ranah Lifestyle sehingga memberikan wacana baru tentang gaya dan strategi menghadapi kebutuhan pasar makin kompleks.
Alphonzus Wijaya selaku Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia yang di temui beberapa saat lalu mengatakan "Marketing Lifestyle adalah upaya persuasif dari pemilik produk kepada target marketnya dengan cara memenuhi kebutuhan pasar dari sisi aktualitas tren. Produsen bisa juga terlibat dalam usaha menciptakan tren baru itu sehingga menjadi pionir dan pada akhirnya mampu mengakomodasi peluang-peluang baru".
Dunia marketing kini tengah diuji dengan yang namanya Lifestyle. Bila tidak siap merespon perubahan tersebut, maka siap-siaplah tergilas. Perubahan gaya hidup terjadi secara alami dan tidak bisa dihindari, denfan kata lain setiap pihak yang terlibat secara aktif dengan komunitas pasar harus memahami betul konsep Marketing Lifestyle dengan baik.
Alphonzus pun menambahkan "Kehadiran gaya berbelanja online ternyata digandrungi hampir sebagian masyarakat Indonesia dan tidak dipungkiri kehadirannya mengancam eksistensi ritel online. Ini adalah perubahan yang bagaimanapun tidak bisa dicegah, diperlukan sikap kritis untuk menyikapinya bahkan bila perlu setiap perubahan itu dianggap sebagai ancaman. Ada satu gal yang tidak bisa dibeli oleh e-commerce yakni Experience Shopping".