INDUSTRY.co.id - Menurut laporan Google dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, terdapat kenaikan sebesar 400 persen transaksi di e-commerce selama pandemi. Sebanyak 37 persen terjadi kenaikan pengguna digital baru dan sebanyak 93 persen akan tetap menggunakan layanan digital setelah pandemi berlalu.

Selain itu terjadi perubahan pola konsumsi, dengan memanfaatkan layanan digital selama covid. Karena itu tak heran kalau ada 34 persen orang mempergunakannya untuk jasa pengiriman makanan dan 33 persen untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

“Masa kalau konsumen sudah beralih semua ke online, kita penjualnya nggak online? Berarti kan kita harus beradaptasi,” kata Ira Dyah Mandayani, Ketua Olsa Mart PaDi UMKM Kota Bekasi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Ada beberapa langkah UMKM perlu memanfaatkan digital marketing. Yakni dengan optimalisasi penggunaan ponsel untuk bisnis, membuat website, pemakaian Google Bisnis, memanfaatkan sosial media marketing lewat platform Instagram maupun Facebook, bergabung di marketplace, dan bekerja sama dengan GoFood dan GrabFood.

Hal tersebut menurut Ira perlu dilakukan sebab hampir semua orang sudah beralih ke platform online dan calon pelanggannya pun sudah tertarget. Selain itu akan hemat ongkos promosi, lokasinya mudah ditemukan yaitu di toko online yang bisa jangkau hanya dengan jari dan di marketplace sudah ada informasi lengkap tentang usaha.

Untuk menuju ke sistem online, pelaku UMKM bisa memulainya secara mudah denhan bergabung di marketplace. Memanfaatkan sosial media untuk memperluas pemasaran produk. Selanjutnya para pelaku UMKM dapat memanfaatkan fitur yang tersedia di marketplace untuk meningkatkan transaksi. Langkah selanjutnya bisnis juga dapat berkembang lebih baik seiring waktu dengan meningkatkan respon transaksi.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Hadir pula narasumber seperti Pegiat Literasi Digital Maman Suherman, Founder AMATI Indonesia Viringga Kusuma, dan RTIK Bogor Boyke Nurhidayat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.