INDUSTRY.co.id - Menurut survei IMD World Digital Competitiveness, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara. Angka ini termasuk rendah dibandingkan negara-negara di Asean. Padahal memiliki digital skills merupakan salah satu kunci peningkatan daya saing, tidak hanya bagi angkatan kerja tetapi juga masyarakat umum.
Salah satu bidang industri yang terdampak pandemi Covid-19 adalah bidang kreatif seperti perfilman dan pertunjukan lewat konser musik yang karena social distancing menghindari adanya kerumunan.
Namun kondisi masyarakat kini tak lagi merasa harus ke bioskop untuk menonton film, berkat teknologi akhirnya sarana hiburan seperti menonton sebuah tayangan kini sudah ada digengaman.
“Pelaku industry kreatif dapat terus berkembang dengan memanfaatkan digital skills yang baik,” kata Reza Hidayat, CEO Oreima Films saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Namun bagi Reza yang sudah memproduksi belasan film, mengatakan ada satu hal yang menjadi kunci saat berkarya di bidang kreatif seperti membuat konten. Yakni setiap konten yang diciptakan harus punya nilai unik dan bisa memberi rasa kepada penonton, seperti membuat khalayak terharu sedih atau memotivasi, memberi semangat.
Lalu bagaimana agar bisa seperti itu? Reza pun berbagi sedikit ilmu, yaitu dengan membuat konten menjadi personal, namun yang perlu diingat bahwa segala sesuatu di ranah digital umurnya panjang. Sehingga content creator juga harus memikirkan apakah konten yang dibuatnya bisa tetap bagus dan bisa dinikmati hingga sekiranya lima tahun ke depan.
Kunci lainnya saat sudah bisa membuat konten yang memiliki nilai, unik, dan bersifat personal maka para sponsor yang ingin beriklan pun akan mendekat. Dengan adanya partnership maka seorang content creator bisa dengan leluasa berkarya tanpa berfokus pada sumber dana.
“Di zaman sekarang salah satu yang penting adalah kolaborasi agar bisa mendukung dan membiayai konten kita,” tutur Reza.
Reza mengungkapkan, di masa pandemi perubahan datang dan semua orang tidak pernah tahu sampai akan kapan, hal ini pun ikut mengubah kebiasaan. Di mana saat ini ada pola kebiasaan yang baru di setiap kehidupan orang-orang. Bila dulu untuk menonton film pergi ke bioskop, maka setelah pandemi orang lebih banyak nonton streaming, dan beberapa kebiasaan yang berubah.
Di sinilah content creator bisa mendapat tempat dengan membuat konten di berbagai platform seperti YouTube, Instagram, maupun yang terbaru dan sedang naik daun TikTok. Dengan adaptasi kebiasaan baru, content creator juga perlu mempertimbangkan menentukan platform yang tepat dari target marketnya.
Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar kali ini hadir juga narasumber lainnya seperti Pegiat Literasi Digital, R. Panji Oetomo dan Dosen STMIK Sumedang, Dani Indra, serta Relawan TIK Bogor, Boyke Nurhidayat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital