INDUSTRY.co.id - Menurut catatan kebijakan SMERU Research Institute yang dirilis pada Agustus 2020, setidaknya ada dua implikasi krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 di Indonesia, yaitu peningkatan jumlah penganguran dan perubahan lanksap pasar tenaga kerja pasca-krisis.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, per April 2020, tercatat 39.988 perusahaan di sektor formal merumahkan dan melakukan PHK terhadap pekerjanya. Dampak pandemi Covid-19 pada pekerja, dirasakan oleh lebih dari 10 juta.

“Di Indonesia hampir semua sektor kena dampak pandemi, dengan adanya PSBB hampir semua sektor ekonomi turun. Larangan traveling membuat juga sektor pariwisata terpukul,” kata Syahid M. Muthahari, Content Marketing Kitabisa.com saat webinar Literasi Digital Wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Namun sayangnya dalam survei IMD World Digital Competitiveness, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara. Angka ini termasuk rendah dibandingkan negara-negara di ASEAN. Padahal memiliki digital skills merupakan salah satu kunci peningkatan daya saing, tidak hanya bagi angkatan kerja tetapi juga masyarakat umum.

“Kita bisa memanfaatkan momentum ini untuk memulai usaha karena sektor usaha yang formal pada umumnya konvensional itu mati, hari ini sudah beranjak ke dunia online rata-rata,” ujarnya.

Dia pun mencontohkan salah satu perusahaan yang mampu bertahan di tengah pandemi karena mengadopsi digital yaitu Mustika Ratu. Perusahaan ini membuat platform reseller online dan memaksimalkan semua platform e-commerce, melakukan strategi marketing, serta tetap dengan program CSR untuk masyarakat. Sehingga untuk bisa bertahan di masa pandemi, setiap orang maupun bidang usaha harus melakukan transformasi digital.

Apalagi saat ini sudah terjadi perubahan kebiasaan dari tren industri e-commerce. Di mana terdapat 51 persen masyarakat baru pertama kali membeli secara online. Maka tak heran kalau terdapat peningkatan sebanyak 25 persen dari penjualan e-commerce selama pandemi.

Lalu ada tren pembelian food delivery, bahan pokok sehari-hari dan survek McKinsey menyebutkan 40 persen masyarakat akan mempertahankan kebiasaan ini. Selain itu sebanyak 72 persen masyarakat mengaku akan mempertahankan kebiasaan menggunakan layanan antar makanan dan belanja.

Webinar Literasi Digital di Kota Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Hadir pula narasumber seperti R. Panji Oetomo, Pegiat Literasi Digital, Febi Indirani seorang Penulis dan Aktivis Literasi, dan Hellen Citra Dewi seorang Psikolog dan Senior Trainer dari SEJIWA. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital