Integritas vs Intelektualitas, Mana yang Lebih Diharapkan Ada pada Pemimpin Perempuan?

Oleh : Amanda Anggita | Jumat, 25 Juni 2021 - 07:00 WIB

Amanda Anggita
Amanda Anggita

INDUSTRY.co.id - Peran perempuan kini tidak terbatas pada ranah domestik. Mereka mulai mengepakkan sayap ke dunia profesional. Bahkan banyak pula yang berhasil mendaki hingga puncak kepemimpinan. Namun, apa kira-kira kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh pemimpin perempuan?

Sebuah survei di media sosial mengungkapkan bahwa sekitar 29% peserta mengharapkan pemimpin perempuan memiliki kapasitas, sedangkan hanya 10% yang menganggap bahwa personalitas itu penting.

Hal tersebut berarti orang mulai melihat kapasitas kepemimpinan perempuan, bukan personalitasnya. Selama pemimpin memiliki kapasitas sebagai pemimpin, maka dia dianggap layak.

Riset yang dilakukan oleh Kinanti Consultant tersebut juga menemukan bahwa sekitar 26% responden mengatakan bahwa intelektualitas penting dimiliki seorang pemimpin perempuan. Ditilik dari jumlahnya yang hampir sama dengan kategori “kapasitas”, berarti orang menilai hampir seimbang antara kapasitas dan intelektualitas.

Sementara itu, nilai paling tinggi didapatkan dari “integritas”, yaitu sebesar 35%. Angka ini cukup jauh di atas kapasitas dan intelektualitas. Hal ini menunjukkan bahwa isu terkait pemimpin yang terpercaya dan jujur menjadi penting.

Warganet tampaknya sangat mengedepankan pemimpin perempuan yang tidak akan memanfaatkan posisinya sebagai pemimpin untuk kepentingan pribadi ataupun suatu kelompok. Masyarakat mulai mendambakan sosok pemimpin berwibawa yang dapat memperjuangkan hak-hak mereka.

Di sisi lain, bagaimanakah pandangan orang terhadap jenis kemampuan kepemimpinan yang diharapkan ada pada seorang pemimpin, terlepas dari gender mereka?

 

Riset Chic Managers menemukan kualitas atau kelebihan para manajer atau pemimpin di mata anak buah mereka. Pemimpin yang baik menurut 66% responden adalah yang percaya kepada anak buah, sedangkan 62% menganggap seorang pemimpin harus terbuka terhadap masukan dan ide.

Sementara itu, 59% dari mereka berharap pemimpin dapat berusaha memberikan solusi yang mempermudah pekerjaan tim. Pemimpin yang baik harus mendukung dan membimbing anak buah untuk menjadi lebih baik, kata 58% responden, serta komunikatif dan responsif menurut 50% peserta.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa selalu memberi arahan yang jelas menjadi ciri pemimpin idaman bagi 45% responden. Selain itu, pemimpin diharapkan memiliki network yang luas (32%) juga penuh dengan ide kreatif (26%).

Jika melihat hasil survei tersebut, perempuan sepertinya memiliki peluang untuk menduduki posisi kepemimpinan. Pasalnya, dari kriteria-kriteria yang telah disebutkan, tidak ada satupun yang merujuk khusus terkait isu gender.

Kehadiran para wanita di posisi manajemen perusahaan juga semakin banyak dan dibutuhkan. Menurut laporan tahunan Grant Thornton "Women in Business 2021", jumlah wanita yang memegang posisi manajemen senior di perusahaan secara global telah naik ke angka 31% meskipun pandemi COVID-19 mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia.

Angkat tersebut cukup menggembirakan mengingat kondisi global yang sedang memprihatinkan. Perolehan sebelumnya hanya mencapai angka 29% selama 2 tahun berturut-turut.

 

Hasil survei Grant Thornton tersebut menyatakan adanya peningkatan jumlah perempuan yang menduduki jabatan sebagai Chief Executive Officer (CEO) ke 25% dibanding hasil survei tahun lalu yang masih berada di angka 20% di Indonesia.

Posisi senior manajer tertinggi dengan populasi perempuan terbanyak di Indonesia dipegang oleh Chief Finance Officer sebanyak 56%, yang melampaui perolehan hasil tahun lalu yang berada di angka 48%. Disusul Human Resources Director sebanyak 40% dan Chief Information Officer sebanyak 31%.

Hal itu tentu membawa sebuah harapan bahwa selama seorang perempuan bisa membuktikan kemampuannya, maka bukan tidak mungkin dia akan diangkat atau dipromosikan untuk menempati posisi-posisi penting, bahkan bisa jadi posisi puncak kepemimpinan.

Di dalam negeri, misalnya ada Nicke Widyawati yang dipercaya menjadi Direktur Utama Pertamina sejak Agustus 2018 atau Presiden Direktur XL Dian Siswarini yang menjadi bos perempuan pertama yang memimpin perusahaan telekomunikasi itu.

Di luar negeri ada Mary Barra yang menjadi CEO General Motors sejak 2014 atau Lisa Davis, yang merupakan CEO Siemens Corporation di Amerika Serikat. Dalam perpolitikan, perempuan juga masuk dalam beberapa jajaran pemimpin yang dianggap paling berpengaruh.

Nama-nama yang muncul seperti mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg. Bagaimana dengan Indonesia?

Amanda Anggita - Anggota Perempuan Indonesia Satu 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.

Peraih medali emas Hidilyn Diaz dari Filipina (Foto Reuters)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Anak Tukang Becak Ini Ungkap Rahasia Doa, Hingga Meraih Medali Emas Pertama Filipina di Olimpiade Tokyo

Jakarta-Para uskup Katolik Filipina mengucapkan selamat kepada Hidilyn Diaz, atas prestasinya meraih medali emas Olimpiade pertama Filipina. Atlet angkat besi ini, tidak hanya atas kemenangannya…

Menpora Amali Pastikan Semua Atlet Olimpiade Tokyo Dapat Apresiasi dari Pemerintah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi dari pemerintah. Terutama para atlet yang sudah menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam ajang olahraga paling bergengsi di dunia tersebut.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Menpora Amali Sampaikan Kabar Baik! Semua Atlet Olimpiade Tokyo Bakal Dapat Bonus dari Pemerintah

Jakarta-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi…