Rusdy Rukmarata: Berkolaborasi agar Seni Tetap Berlangsung

Oleh : Herry Barus | Minggu, 20 Juni 2021 - 14:00 WIB

Rusdy Rukmarata
Rusdy Rukmarata

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dua tahun sudah pandemi Covid-19 mengganggu semua lini kehidupan, termasuk seni. Pementasan yang mengundang penonton dihentikan, gedung pertunjukan serta tempat pentas lain mendadak sepi. Namun, seni tidak boleh mati.

Adaptasi, itulah yang dilakukan di berbagai bidang agar tetap hidup. Termasuk seni yang beradaptasi dengan menjelajah ruang virtual di dunia internet. Rusdy Rukmarata (59) koreografer dan direktur artistik EKI (Eksotika Karmawibhangga Indonesia) Dance Company bersama company-nya melakukan itu sejak pertengahan 2020.

Terkait dengan itu, Fakultas Film dan Televisi IKJ (Institut Kesenian Jakarta) mengundang Rusdy menjadi dosen tamu memberikan materi “Surfing along the way of time” atau bagaimana terus-menerus membuat adaptasi menyiasati berbagai tantangan yang ada, termasuk saat pandemi.

“Kolaborasi, bisa jadi kunci yang dibutuhkan seni untuk dapat beradaptasi dalam situasi seperti apa pun,” kata Rusdy perihal bagaimana menyikapi berbagai situasi, terutama pandemi.

Sekitar 25 tahun lalu, sebelum EKI Dance Company terbentuk, setiap kali menggelar produksi pertunjukan, Rusdy dan penari lain dipusingkan oleh urusan jadwal, karena penari yang tergabung dalam produksinya juga sedang terlibat di produksi lain. Proses latihan jadi tidak maksimal dan tidak jarang harus batal karena penari yang tergabung dalam produksi tidak banyak jumlahnya.

Untuk mengatasi hal ini, Rusdy putar otak, tenaga dan dana, untuk kemudian merekrut sejumlah remaja yang bisa jadi tidak memiliki bakat seni yang baik. Sepanjang mereka mau dilatih dan kerja keras untuk jadi penari, sudah membuat Rusdy berpengharapan.

“Saya mengajak sejumlah temandan rekan senior untuk mau jadi guru mereka, bukan saja kelas teknik menari juga sastra, etika, bahkan filsafat,” Rusdy mengenang langkahnya ketika mendirikan EKI Dance Company.

Remaja yang belum memiliki kemampuan menari, perlu waktu untuk berlatih dan berproses. Dan menjadikan mereka penari professional adalah pekerjaan yang lain lagi. Beberapa di antara remaja yang direkrutnya sempat terlibat urusan yang tidak ringan, seperti produk keluarga yang berantakan, pemakai narkoba, hingga keterikatan pada seks.

“EKI, menjadi dance company juga bengkel, buat remaja yang ingin memperbaiki hidupnya melalui seni. Dengan kerja keras dan kolaborasi dengan banyak pihak, kami bisa terus ada hingga 25 tahun,” ujar Rusdy.

Kerja keras dan kerja sama juga yang menyelamatkan EKI Dance Company ketika harus berhadapan dengan pandemi. Sebelum pandemi, EKI telah merencanakan pentas rutin untuk melanjutkan program EKI Update serta beberapa produksi permintaan pihak swasta. Semua harus batal. Namun bukan berarti kerja seni boleh berhenti.

Di awal pandemi, bersama Yola Yulfianti, rekan Rusdy saat masih menjabat sebagai anggota Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta, menggagas platform panggung virtual di Youtube dengan nama Indonesia Dance Network (IDN).

Salah satu programnya adalah Saweran Online yang juga bekerja sama dengan platform OVO sehingga memungkinkan penonton di mana saja, mengapresiasi karya-karya tari di IDN dengan cara menyawer.

Kemudian, bersama dengan sutradara film Nia Dinata, penulis skenario film Titien Wattimena, musisi Oni Krisnerwinto dan sejumlah seniman lainnya, Rusdy menggarap film musikal Lutung Kasarung #musikalDiRumahSaja.

Program ini diselenggarakan oleh IndonesiaKaya dan Boowlive. Secara pencapaian jumlah penonton, musikal Lutung Kasarung mencapailebih dari 500.000 viewers dalam waktu seminggu!

“Hal ini sangat fantastis,karena kalau dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta yang berkapasitas 500 seats, butuh berapa lama untuk mencapai angka ini?” kata Rusdy.

Selama tahun 2020, Rusdy juga berkesempatan menggarap dua film musikal lain yaitu Jaka Tarub dan Calon Arang. Kedua karya ini ditayangkan di TVRI. Kerja keras dan kolaborasi yang telah Rusdy lakukan sejak mendirikan EKI Dance Company, sedikit banyak membuatnya Rusdy lebih terbiasa untukterlatih menembus dunia panggung di era pandemi ini.

Proyek yang baru saja diselesaikan Rusdy Rukmarata, yang juga pernah sekolah di London Contemporary Dance School ini adalah menggarap pertunjukan Milenium Pancasila untuk sekolah Santa Ursula BSD, bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila.

Pertunjukan ini ditampilkan di kanal youtube SMA St. Ursula dan EKI Dance Company. Untuk ke depannya, juga ada penggarapan Konser Musikal ‘Mimpi’ yang diprakarsai oleh Karya Musik Indonesia dan Benih Baik, berkolaborasi dengan Metro TV.

Kolaborasi serta pentas masih akan terus digelar dengan berbagai kreasi yang ada. Rusdy Rukmarata, bisa jadi satu di antara sedikit seniman yang terus berupaya dan tetap punya daya untuk berkarya.

Tentang Rusdy Rukmarata

Belajar tari tradisional bersama I Made Suteja, Katijo, dan Mohammad Supriyatin. Untuk balet, ia belajar dari Linda Karim, Sunny Pranata, Farida Feisol, Margie Kalhorn, dan Rudy Wowor. Dari British Council, Rusdy mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya di London ContemporaryDance School, Inggris.

Di sana ia menimba ilmu dari maestro tari JaneDudley, Ronald Emblen, dan Nina Fonaroff. Tahun 1994, Rusdy memperolehpenghargaan “Citra Karya Persada” atas prestasinya di bidang sosial budaya.

Tahun 1996 mendirikan Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company dan hingga saat ini menjabat sebagai direktur artistik. Sejak tahun 2015, terpilih sebagai Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta dan menjabat sampai tahun 2018.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jalasenastri Donasi Sembako kepada Korban Bencana Gunung Semeru Lumajang

Kamis, 09 Desember 2021 - 11:00 WIB

Jalasenastri Donasi Sembako kepada Korban Bencana Gunung Semeru Lumajang

Sejumlah 44 Koli diserahkan dengan disaksikan Danlanud Abd. Saleh Marsma TNI Zulfahmi S.Sos., M.Han., dan Kadisops Lanud Abd. Saleh Kolonel Pnb Subhan, S.T dengan harapan dapat membantu meringankan…

Kecap Sedaap Rayakan Semangat Inovasi dalam Dunia Kuliner Nelalui Gerakan Revolusi Sedaap

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:59 WIB

Kecap Sedaap Rayakan Semangat Inovasi dalam Dunia Kuliner Nelalui Gerakan Revolusi Sedaap

Eksplorasi dan inovasi terjadi di mana-mana. Setiap harinya, kita mempelajari hal-hal baru yang menarik melalui inovasi sebagai bentuk dari eksplorasi, tak terkecuali dunia kuliner. Didukung…

Prasetiya Mulya Perkuat Persepsi Sains Positif

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:38 WIB

Sambut Babak Baru Dunia Bisnis, Prasetiya Mulya Perkuat Persepsi Sains Positif

Universitas Prasetiya Mulya melepaskan 1.022 lulusan terbaiknya dengan menggemakan “Pemupukan Persepsi Sains yang Positif dan Pemajuan Bisnis Berbasis STEM di Indonesia”

POLWAN RI Salurkan Donasi untuk Korban Erupsi Semeru Lumajang

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:30 WIB

POLWAN RI Salurkan Donasi untuk Korban Erupsi Semeru Lumajang

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, kegiatan Polwan peduli erupsi Gunung Semeru ini dipimpin oleh Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri Brigjen Apriastini Baktibugiansri selaku…

Royal Malewane, Afrika Selatan

Kamis, 09 Desember 2021 - 10:25 WIB

Gegara Omicron, Sektor Pariwisata dan Safari di Afrika Selatan Mengalami Kekacauan

Setelah varian terbaru dari Covid-19, Omicron ditemukan di Afrika, semua negara di seluruh dunia mulai memberlakukan pembatasan perjalanan di Afrika Selatan. Larangan perjalanan baru-baru ini…