32 Persen Laba Bersih 2020 Buana Finance Dibagikan sebagai Dividen Tunai

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 18 Juni 2021 - 17:42 WIB

Direktur PT Buana Finance Tbk (BBLD), Herman Lesmana, ketika memberikan informasi mengenai kinerja perseroan dalam acara paparan publik secara virtual usai RUPST di Jakarta, Jumat (18/06/2021). (Foto: Bang Abe)
Direktur PT Buana Finance Tbk (BBLD), Herman Lesmana, ketika memberikan informasi mengenai kinerja perseroan dalam acara paparan publik secara virtual usai RUPST di Jakarta, Jumat (18/06/2021). (Foto: Bang Abe)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemegang saham PT Buana Finance Tbk (BBLD) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (17/06/2021), menyetujui pembagian dividen tunai bernilai total Rp6,58 miliar (Rp4 per saham), yang diambil dari laba bersih 2020 perseroan.

Dividen tunai tersebut akan dibayarkan perseroan pada 8 Juli 2021 kepada para pemegang saham yang namanya telah tercantum pada Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan hingga recording date pada 30 Juni 2021 pukul 16.00 WIB.

“Total dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham tersebut mencapai 32 persen dari laba bersih 2020 yang mencapai Rp20 miliar,” ujar Herman Lesmana, Direktur BBLD, dalam acara paparan publik usai RUPST yang diselenggarakan secara virtual.

Herman mengungkapkan, pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan signifikan laba bersih perseroan sebesar 66,17% menjadi Rp20 miliar pada 2020 dibandingkan realisasi laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp59 miliar.

Lebih lanjut, Herman menuturkan, perseroan pada 2020 lalu menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp1,18 triliun, atau 58 persen lebih rendah dibandingkan pada tahun sebelumnya. Pembiayaan baru tersebut terdiri dari sewa pembiayaan sebesar Rp455 miliar dan pembiayaan konsumen sebesar Rp728 miliar.

Herman menuturkan, penyaluran pembiayaan baru perseroan pada 2021 ini ditargetkan mencapai Rp1,8 triliun, atau sekitar 52,54 persen lebih tinggi dibandingkan denganr realisasi 2020. Target pembiayaan baru perseroan pada 2021 ini terdiri dari pembiayaan konsumen sebesar Rp1,3 triliun dan financial leasing sebesar Rp500 miliar.

“Per 31 Mei 2021, perseroan telah menyalurkan pembiayaan baru bernilai Rp773 miliar, atau sudah mencapai sekitar 42,94 persen dari target setahun penuh 2021. Porsi pembiayaan konsumen sebesar 55 persen dari total pembiayaan baru tersebut dan sisanya 45 persen merupakan financial leasing,” papar Herman.

Menurut data perseroan, per 31 Maret 2021, pembiayaan baru Perseroan baru terealisasi Rp415 miliar, turun 18% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hampir seluruh indikator keuangan menunjukkan penurunan sebagai akibat dari dampak pandemi Covid 19 yang terjadi sejak akhir kuartal pertama 2020 hingga kini.

Sementara itu, Mariana Setyadi, Direktur Keuangan BBLD, mengungkapkan, laba bersih perseroan pada 2021 ditargetkan sebesar Rp37,5 miliar, atau lebih tinggi 86,98 persen dibandingkan dengan realisasi laba bersih pada 2020. Karena itu, Mariana berharap perseroan dapat membukukan pendapatan hingga sebesar Rp581,99 miliar pada 2021 ini. Dengan demikian, marjin laba bersih perseroan pada 2021 ini ditargetkan mencapai 6,44 persen.

Dari sisi permodalan, Perseroan memiliki modal (ekuitas) sebesar Rp1,2 triliun dengan total kewajiban sebesar Rp2,8 triliun. Dengan gearing rasio (debt to equity ratio) sebesar 2,32 kali, Perseroan memiliki tingkat permodalan yang kuat untuk melakukan perluasan usaha. Saat ini Perseroan memiliki 34 kantor cabang dan Kantor Selain Kantor Cabang (KSKC) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain pembagian dividen, RUPST Perseroan juga memutuskan pengangkatan kembali susunan Dewan Komisaris Perseroan saat ini untuk masa jabatan 2021-2026, dan juga perubahan Anggaran Dasar, diantaranya dalam rangka penyesuaian atas diterbitkannya POJK Nomor 15/POJK.04/2020 dan Nomor 16/POJK.04/2020. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sentra Vaksinasi di Petak Enam, Jakarta Barat (Dok: Kemenparekraf)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 15:15 WIB

Petak Enam, Kampung Wisata Pecinan Zaman Kolonial, Jakbar dijadikan Sentra Vaksinasi

Petak Enam, Jakarta Barat merupakan salah satu Kampung Wisata Pecinan yang menjadi saksi pertumbuhan Kota Jakarta dari zaman kolonial yang dijadikan tempat sentra vaksinasi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bank DKI

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:42 WIB

Anies Apresiasi Kontribusi Bank DKI Terkait Kolaborasi Penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi kontribusi Bank DKI terkait kolaborasi penanganan covid-19, termasuk salah satunya pada program Mobil Vaksin Keliling yang diinisiasi…

Inilah profil Carina Citra Dewi Joe, peneliti asal Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:24 WIB

Bikin Bangga Jutaan Masyarakat Indonesia, Wanita Keturunan Indonesia Ini, Ternyata Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin Astrazeneca

Jakarta-Selain Indra Rudiansyah, ternyata ada peneliti Indonesia yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 Astrazeneca di Oxford Univeristy, Inggris. Dia adalah wanita muda bernama Dr Carina Citra…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…