Laporan Keuangan Pertamina: Itu Hebat

Oleh : Salamun Daeng | Kamis, 17 Juni 2021 - 12:23 WIB

Salamun Daeng, Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) - (foto Ist)
Salamun Daeng, Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) - (foto Ist)

INDUSTRY.co.id - MARI kita lihat perbandingan laporan keuangan alhir tahun 2020 dibandingkan dengan laporan keuangan akhir tahun 2019, pendapatan pertamina turun dari 54,7 miliar dolar menjadi 41,4  miliar dolar. Pendapatan pertamina tersebut turun sebesar 13,3 miliar dolar.

Penurunan  yang sangat besar, belum pernah terjadi dalam sejarah hidup Pertamina. Penurunan  pendapatan mencapi 25 %. Angka yang sangat besar mencapai Rp.193 triliun. 

Kalau perusahaan ini bukan pertamina, kehilangan 25 persen pendapatan yang angkanya ratusan triliun sudah pasti akan membuat perusahaan manapun langsung gulung tikar. 

Mengapa? Karena tidak semua penurunan pendapatan dapat diikuti dengan penurunan biaya atau beban secara otomatis, misalnya beban pemeliharaan, beban penyusutan, beban bunga, beban pajak, beban tenaga kerja tidak bisa menurun.

NAMUN, Pertamina memang hebat. Ternyata beban pokok penjualan dan beban lainnya turun dari 46,6 miliar dolar menjadi 34,5 miliar dolar. Penurunan mencapai 12,1 miliar dolar. Kalau dirupiahkan penurunan beban mencapai 175,5 triliun. Penurunan biaya yang sangat berarti. Semacam ikat pinggang pake kawat baja.

Luar biasa kemampuan pertamina menurunkan beban. Jadi setiap satu satuan beban pertamina menurun 1 rupiah, beban perusahaan menurun 0,9 rupiah. Sangat significant. 

Ternyata beban pertamina  sebagian besar atau 90,9 persen datang dari penjualan segala macam BBM, mulai dari BBM yang memgandung profit, BBM penugasan dan BBM subsidi. Andaikan pertamina menurunkan penjualannya lagi 10 miliar dolar maka pertamina akan dapat mengurangi beban lagi senilai 9 miliar dolar lebih. 

Bisa jadi dengan menurunkan penjualan lebih besar lagi, maka pertamina bisa jadi akan dapat meningkatkan keuantungannya atau paling tidak tetap untung. Indikasi paling menonjol adalah di triwulan awal Pertamina rugi, namun secara tahunan ternyata bisa untung. Ada pandemi kopid malah untung. Jadi tragedi membawa berkah.

Konsep manajemen keuangan pertamina ini perlu menjadi contoh. Terutama dalam mengelola BUMN yang lain dalam situasi pandemi copid. Ini manajemen keuangan perlu jadi model. Jadi tidak ada masalah dengan penurunan penjualan sebesar apapun, yang penting adalah kemampuan BUMN menurunkan beban biaya. Jangan pendapatan menurun tapi beban biaya tidak mau menurun. Itu namanya mau enak sendiri.

Penulis adalah Salamun Daeng, Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bank DKI

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:42 WIB

Anies Apresiasi Kontribusi Bank DKI Terkait Kolaborasi Penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi kontribusi Bank DKI terkait kolaborasi penanganan covid-19, termasuk salah satunya pada program Mobil Vaksin Keliling yang diinisiasi…

Inilah profil Carina Citra Dewi Joe, peneliti asal Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:24 WIB

Bikin Bangga Jutaan Masyarakat Indonesia, Wanita Keturunan Indonesia Ini, Ternyata Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin Astrazeneca

Jakarta-Selain Indra Rudiansyah, ternyata ada peneliti Indonesia yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 Astrazeneca di Oxford Univeristy, Inggris. Dia adalah wanita muda bernama Dr Carina Citra…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.