INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa saat ini keuangan Islam telah menjadi salah satu segmen industri keuangan global yang berkembang sangat cepat. 

"Asetnya telah berkembang hingga 3 kali lipat dan tren positif ini diperkirakan akan terus berkembang dengan stabil mencapai lebih dari 3 triliun USD di tahun 2024," ungkap Sri Mulyani dalam keterangannya dalam Brunei Darrusalam Islamic Capital Market (BICAM) Conference 2021:  Virtual Conference Stimulating the Development of Islamic Capital Market Sector seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (4/6/2021).

Advertisement

Dikatakannya, praktik keuangan Islam telah menarik perhatian beragam sektor karena keuangan Islam menggunakan konsep berbagi risiko, menempatkan keuangan pada sektor riil, dan memfasilitasi pendistribusian kembali kesejahteraan dan peluang. ⁣

Menurutnya, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara di dunia yang turut mengembangkan sektor industri keuangan Islam. 

Advertisement

Sejatinya, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang menerbitkan Global Sukuk maupun Sukuk Hijau dan terus secara regular menerbitkannya. 

"Tercatat dari 2008 hingga bulan Mei 2021, total penerbitan mencapai Rp1.728,71 triliun," papar Sri Mulyani.

Advertisement

"Indonesia pun dinobatkan sebagai negara pertama dalam daftar penerbit sukuk di dunia, diikuti oleh Saudi Arabia dan Dubai," ungkapnya.

Selain itu, mantan Direktur Bank Dunia tersebut juga mengungkapkan bahwa Pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah strategi pengembangan pasar keuangan Islam untuk 5 tahun kedepan. 

Advertisement

"Pertama, pengembangan produk pasar modal syariah. Kedua, penguatan dan pengembangan infrastruktur pasar modal syariah. Ketiga, penguatan tingkat literasi dan inklusi pasar modal syariah. Terakhir, penguatan sinergi dengan para stakeholders keuangan Islam.," tandansya.