Wantannas: STAL Dapat Digunakan Bagi Pemanfaatan Potensi Nikel Tanah Air

Oleh : Nata Kesuma | Sabtu, 08 Mei 2021 - 15:22 WIB

Acara presentasi APRONUKI dan LKN, Selasa (4/5) di Kantor Setjen Wantannas
Acara presentasi APRONUKI dan LKN, Selasa (4/5) di Kantor Setjen Wantannas

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Melalui acara presentasi Perkumpulan Profesi Nuklir Indonesia (APRONUKI) dan LKN, Selasa (4/5) di Kantor Setjen Wantannas, Jakarta Pusat, Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) menyatakan dukungannya terhadap penggunaan teknologi Step Temperature Acid Leaching (STAL) untuk mengolah bijih nikel kadar rendah di Indonesia. 

Adapun, teknologi STAL merupakan teknologi pengolahan nikel dan kobalt secara hidrometalurgi, yang dikembangkan oleh PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (TMM), dengan kode saham PURE, dan dimiliki oleh PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) selaku entitas anak perusahaan TMM.

Dalam audiensi dengan Wantannas, Ketua APRONUKI Besar Winarto dan Direktur Utama TMM, Petrus Tjandra memaparkan bahwa teknologi STAL merupakan terobosan dari masalah yang ada pada teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang saat ini banyak dipilih oleh smelter-smelter di Indonesia.

“Saat ini teknologi yang dipakai di dunia itu adalah HPAL. Teknologi ini sudah 50 tahun, dan biayanya mahal. Nah ini ada karya anak bangsa, STAL, dengan biaya yang lebih murah. Kita juga sudah mendapatkan validasi dari Kementerian ESDM dan BPPT,” kata Petrus Tjandra melalui keterangan yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (8/5/2021).

Teknologi STAL ini, tambah Petrus, juga dapat menyerap bijih nikel kadar rendah jenis limonite dengan kandungan Ni < 1,5%. Pengembangan STAL pun akan memakai konsep Mine Mouth Leaching Plant di mulut tambang, sehingga dapat mengurangi limbah yang dibuang.

“Limbah itu isinya apa sih? Nikel itu cuma 1,1 sampai 1,3 persen. Limbahnya itu yang banyak. Ada kobalt antara 8 sampai 10 persen dari kadar Nikel. Kemudian ada juga mangan, gratis dari limbah. Indonesia ini kan memiliki potensi nikel terbesar. Cuma kenapa yang menikmati malah orang asing? Kenapa tidak anak bangsa?,” ujar Petrus Tjandra.

Menanggapi paparan tersebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Wantannas, Laksda TNI Harjo Susmoro menyatakan bahwa besarnya potensi nikel yang ada di Tanah Air seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh anak bangsa, salah satu caranya dengan penggunaan teknologi STAL.

“Saya sangat sepakat dengan apa yang tadi dipaparkan. Saya sepakat, saya setuju, dan saya mendukung. Teknologi sebagai pelengkap untuk mempermudah, namun harus tetap memiliki tujuan dan misi yang baik,” tutur Laksda TNI Harjo Susmoro.

Lebih lanjut dia mengingatkan, bahwa ada 5 hal yang menjadi faktor penunjang dalam industri nikel, yakni sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), inovasi, alat (teknologi), dan dana. Dari kelima faktor tersebut, yang paling penting untuk dikembangkan adalah SDM yang unggul, dan ini menjadi tugas dan kewajiban semua pihak.

“Yang paling penting adalah SDM. Jadi persoalan yang sebenarnya adalah rakyat atau bangsa kita yang perlu di edukasi. Saya tidak menjanjikan apa-apa. Tetapi yakin bahwa Wantannas akan berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tukas Laksda TNI Harjo Susmoro. 

Menyikapinya, DR. Ir. Widi Setiawan selaku Tenaga Ahli PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) berharap agar bentuk dukungan Wantannas dapat berupa usulan Inpres untuk mengintegrasikan provider teknologi lokal (dalam hal ini STAL), BUMN EPC, dan BUMN tambang Nikel seperti PT ANTAM Tbk yang akan gunakan teknologi STAL untuk peningkatan nilai tambah hasil tambang. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen PKH Nasrullah mendampingi Mentan SYL saat penyerahan bantuan hadapi PMK

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:58 WIB

Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-Obatan dan APD ke Beberapa Wilayah

Dalam upaya melakukan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat mengirimkan logistik kesehatan berupa Vitamin, Antibiotik, Antipiretik,…

Exabytes Indonesia

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:33 WIB

47% Sudah Go Digital, Exabytes Indonesia Ajak Pelaku UMKM Transisi Bisnis ke Online

Perkembangan industri 4.0 dan transformasi digital saat ini menjadi kunci utama bergeraknya UMKM. Seiring dengan tantangan yang semakin berat dan pasca masa pandemi kemarin, tiga persoalan UMKM…

Petugas antisipasi penyebaran PMK

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:21 WIB

Mentan SYL Optimis PMK Dapat Diatasi Segera

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku optimis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dikendalikan secara cepat.

Bank BTN meraih fasilitas pinjaman dari Japan International Cooperation atau JICA, Citi Bank, dan BCA. Adapun nilai pinjamannnya sebesar USD 100 juta. Dana segar tersebut rencananya akan disalurkan BTN ke masyarakat khususnya segmen milenial dalam bentuk KPR non subsidi.

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:12 WIB

Pembiayaan Rumah Rakyat, Bank BUMN Jawara KPR Ini Dapat Dukungan Pendanaan dari JICA, Citi Bank dan BCA

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Citi Bank dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai total USD 100 juta…

PT Pegadaian

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:01 WIB

Tanggapan Pegadaian Atas Pemberitaan Tentang Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas

Jakarta- PT Pegadaian menanggapi pemberitaan media tentang adanya gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap PT Pegadaian atas dugaan pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas…