INDUSTRY.co.id - Kirab budaya dalam rangkaian Festival Tidar 2016 di Kota Magelang, Jawa Tengah, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Magelang, kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Pemkot Magelang, Hartoko.

Advertisement

"Kirab budaya ini makin meramaikan Kota Magelang sehingga kunjungan wisatawan juga meningkat," katanya usai menyaksikan kirab budaya di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (11/12).

Dalam pengamatan Antara, kirab budaya yang diikuti 27 kelompok kesenian ini menempuh rute dari Alun-Alun Kota Magelang melewati kawasan pecinan (Jalan Pemuda) dan berakhir di sekitar Gunung Tidar.

Advertisement

Sebanyak 27 kelompok kesenian tersebut, terdiri atas 17 perwakilan dari kelurahan di Kota Magelang, dua kelompok dari sekolah, dua kelompok dari sanggar kesenian, dan enam kelompok dari kabupaten/kota di sekitar Kota Magelang.

Melalui kirab budaya itu, kata Hartoko, juga diharapkan dapat mewadahi potensi kelurahan yang sudah mulai bergerak.

Advertisement

"Potensi masyarakat harus kami wadahi dalam bentuk kegiatan seperti ini sehingga mereka tidak hanya berlatih tetapi dia juga bisa tampil dalam sebuah forum resmi yang dilombakan," katanya.

Ia menyebutkan enam kabupaten/kota tetangga yang ikut dalam kirab budaya tersebut, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Purworejo, Boyolali, Wonosobo, dan Kabupaten Kulonprogo.

Advertisement

"Kami undang enam kabupaten/kota dengan tujuan mereka bisa melihat sejauh mana perkembangan seni budaya di daerah lain sehingga bisa sebagai penyemangat bagi kelurahan, sekolahan, dan sanggar seni sehingga bisa lebih terpacu untuk memperbaiki diri guna meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya.

Ia menyebutkan kelompok yang mendapatkan juara dalam kirab budaya itu selain mendapat trofi bergilir juga mendapat uang pembinaan, yakni juara I mendapat Rp5 juta, juara II Rp4 juta, juara III Rp3 juta, juara harapan 1 Rp2 juta, harapan II Rp1,5 juta, dan harapan III Rp1 juta.

Berdasarkan pantauan, masyarakat menyaksikan kirab budaya tersebut, baik di sekitar Alun-Alun Magelang maupun di sepanjang rute kirab.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan, antara lain, kuda lumping, topeng ireng, singo barong, jatilan mataram, dan seni solawat.

Masing-masing kelompok diberi waktu 3 menit untuk tampil di depan panggung kehormatan di sebalah timur Alun-Alun Kota Magelang.

Selain kirab budaya, dalam rangkaian Festival Tidar 2016 juga dilakukan ritual ruwat bumi di Gunung Tidar, pentas wayang kulit, dan pentas kesenian tradisional di Alun-Alun Kota Magelang.(Hrb)