Kementan Intens Amankan Kawasan Food Estate Sumba Tengah Dari Serbuan Belalang Kembara

Oleh : Wiyanto | Selasa, 04 Mei 2021 - 10:40 WIB

Belalang Kembara hama tanaman padi
Belalang Kembara hama tanaman padi

INDUSTRY.co.id-Sumba Tengah,- Belalang kembara, atau nama ilmiahnya Locusta migratoria manilensis Meyen akhir-akhir ini sering menjadi bahan berita. Pasalnya hama satu ini sering menyerang pertanaman padi dan jagung di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu terjadi migrasi kelompok atau koloni belalang kembara dari padang rumput (savana) di Sumba Timur ke wilayah Sumba Tengah mendekati kawasan Food Estate di zona 1 yaitu di Desa Umbu Langan Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dan zona 2 yaitu di Desa Umbu Pabal Selatan Kecamatan Katikutana. Serbuan belalang kembara ini segera direspon cepat oleh Kementan dan semua stakeholder dengan melakukan pengawalan dan pengamanan kawasan Food Estate dan sekitarnya dari serbuan si belalang.

“Untuk mengamankan lokasi kawasan Food Estate di Sumba Tengah dari ancaman serbuan hama belalang kembara, kami selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua instansi terkait yaitu dengan Kementerian Pertanian, Bupati Sumba Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Sumba Tengah,BPBD, Satpol PP, POPT, Penyuluh Pertanian, Babinsa, dan masyarakat setempat,” sebut Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi NTT, Gabriel Gara Beni.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat, Kristofus Rana mengamini pernyataan tersebut. “Saat ini kami bersama dengan Tim dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Jakarta, petugas BPTPH Provinsi NTT, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, penyuluh pertanian, Satpol PP, BPBD Kab. Sumba Tengah, Babinsa, dan masyarakat sekitar, setiap hari siang dan malam melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap koloni-koloni belalang kembara yang ada di pepohonan di perbukitan, di semak-semak, dan padang rumput di sekitar kawasan Food Estate ini. Harapan kami agar belalang kembara tidak masuk dan merusak pertanaman padi dan jagung di lokasi Food Estate”, terang Rana.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Rana, bahwa belalang kembara dominan beraktifitas makan dan merusak pada malam hari, sehingga pemantauan dan pengendaliannya banyak dilakukan pada malam hari. “Pemantauan dan pengendalian belalang kembara dilakukan siang dan malam hari. Tim pemantau dan pengendali belalang kembara ini bekerja siang dan malam. Pemantauan dilakukan siang hari dan penyemprotan dilakukan menjelang malam sampai dini hari. Satu malam gerakan pengendalian kami dapat mengendalikan 2-4 koloni besar belalang kembara yang ada di pohon-pohon, semak-semak, padang rumput, maupun di kebun-kebun warga. Koloni belalang kembara tersebut kami kendalikan dengan cara disemprot menggunakan insektisida yang sesuai”, sambung Rana.

Hal yang sama diungkapkan oleh penyuluh pertanian setempat Lay Lomi Rihi. “Kegiatan pemantauan dan pengendalian hama belalang kembara ini sudah kita lakukan sejak Bulan Maret lalu sampai sekarang terus dilakukan dan saat ini terbukti dapat mengamankan pertanaman padi dan jagung di kawasan Food Estate dari amukan serangan hama belalang kembara. Hama ini kita hadang agar tidak masuk kawasan Food Estate dan berhasil. Kawasan Food Estate aman dari serangan belalang kembara dan sekarang beberapa diantaranya sudah mulai panen”. Sebut Rihi.

Dihubungi di Jakarta Direktur Perlindungan Tanaman, Mohammad Takdir Mulyadi, menyatakan bahwa Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan akan terus mengawal pengamanan produksi kawasan Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah dari gangguan hama dan penyakit tanaman.

“Kami akan terus mengawal dan mendukung pengamanan produksi pangan kita dari serangan hama dan penyakit tanaman, secara khusus di Sumba Tengah ini, yang berhasil mengamankan produksi padi dan jagung di kawasan Food Estate dari ancaman serangan hama belalang kembara. Saat ini pertanaman padi di kawasan tersebut sebagian telah mulai dipanen”, terang pria yang akrab disapa Takdir tersebut. “Kami sediakan bahan dan sarana pengendalian secukupnya, pendampingan kegiatan, dan juga bimbingan-bimbingan teknis yang diperlukan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman pangan, agar produksi pangan kita khususnya di kawasan-kawasan sentra produksi seperti Food Estate ini dapat aman dan tercapai target produksinya”, sambung Takdir.

Pernyataan Takdir tersebut selaras dengan pernyataan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi. “Kami dari Pemerintah Pusat, Daerah, sampai dengan para petugas pendamping di lapangan harus bisa berkolaborasi dan bekerjasama secara cepat untuk mengamankan produksi tanaman pangan dimanapun dari ancaman serangan hama dan penyakit”, tegas Suwandi.

“Khusus untuk mengamankan kawasan Food Estate Sumba tengah dari ancaman serangan belalang kembara, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah menurunkan Tim pengendali, mengirim sarana pengendalian berupa 2 unit power sprayer, 10 unit Mist Blower, menyediakan gerakan pengendaliakan padat karya seluas 120 hektar, dan insektisida yang masih tersedia 5.172 liter yang disimpan di gudang BBU Lewa dan Dinas Pertanian Sumba Tengah. Dengan demikian kita telah melaksanakan arahan Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo (SYL) yaitu, Jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus proaktif turun ke lapangan, mengawal dan mendampingi petani untuk terus giat melakukan pengamanan produksi pangan dengan cara mengendalikan serangan hama dan penyakit yang mengancamnya”, lanjut Suwandi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

XAURIUS

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:45 WIB

XAURIUS Resmi Luncurkan Token XAU, Cryptocurrency Pertama di Indonesia yang didukung oleh Emas, Lebih Stabil dan Aman

Pada kuartal pertama tahun 2021, sebuah perusahaan asset digital bernama XAURIUS (PT. Xaurius Asset Digital) meluncurkan cryptocurrency pertama di Indonesia yang didukung emas dengan nama token…

Ilustrasi Pabrik Gula (wy)

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:30 WIB

Kuat Dugaan Ada Keterlibatan Anggota Dewan dalam Kasus KTM, KPK Diminta Segera Turun Tangan

Kasus temuan puluhan ribu ton gula gudang PT Kebun Tebu Mas (KTM) masih terus bergulir hingga saat ini. Yang terbaru, muncul dugaan keterlibatan anggota DPR RI berinisial AW dan AD dalam dugaan…

Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:19 WIB

Dahsyat! Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Bogor- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) memulai program vaksinasi tahap pertama COVID-19 untuk karyawannya sebagai bagian dari penyelenggaraan gerakan Vaksinasi Mandiri…

Perumahan Cibubur Jaktim

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:00 WIB

Gerbang Tol, CBD hingga Mall Tingkatkan Nilai Properti di Kota Wisata Cibubur

Sebagai primadona di kawasan Cibubur, Kota Wisata menambah kelengkapan fasilitasnya dengan gerbang tol langsung di dalam kompleks tersebut. Keberadaan akses langsung pintu tol di dalam kawasan…

Founder & Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:15 WIB

Kisruh di Jababeka Berakhir! Budianto Liman Tetap Dirut, Darmono Komut

Jakarta - Kisruh di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah berakhir. Manajemen lama perseroan memenangkan persidangan di pengadilan setelah proses hukumnya terus bergulir sejak 2019.