INDUSTRY.co.id - Medan- Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto menilai elektabilitas partai politik dengan lambang pohon beringin itu meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Advertisement

Ketika membuka Rapat Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumut di Medan, Senin (15/5/2017) Setya menyebutkan berdasarkan hasil survei, elektabilitas Partai Golkar ketika baru dipimpinnya hanya sembilan persen.

Namun beberapa waktu kemudian, elektabilitas partai politik dengan lambang pohon beringin tersebut telah mencapai 16 persen.

Advertisement

Indikasi peningkatan elektabilitas itu dapat terlihat dari kemampuan Partai Golkar dalam memenangkan sejumlah calon yang didukung dalam pilkada.

Dari 101 pilkada yang diselenggarakan, Partai Golkar mampu menang 58 persen. "Itu modal untuk meraih kemenangan pada Pemilu dan Pilpres tahun 2019," kata Setya Novanto kepada awak media di Medan.

Advertisement

Meningkatnya elektabilitas tersebut menyebabkan sejumlah kepala daerah ingin bergabung kembali dengan Partai Golkar.

"Banyak yang mau bergabung kembali. Ada 16 bupati dan dua gubernur yang masuk Partai Golkar kembali," katanya tanpa menyebutkan nama kepala daerah dimaksud.

Advertisement

Menurut dia, di antara penyebab meningkatnya elektabilitas tersebut adalah keberhasilan Partai Golkar dalam melakukan konsolidasi internal.

Sejak memimpin Partai Golkar sekitar delapan bulan lalu, ia telah mendatangi 291 kabupaten/kota di berbagai provinsi untuk semakin menguatkan konsolidasi.

Untuk semakin menyolidkan kader, konsolidasi yang dilakukan tersebut bukan hanya di tingkat kabupaten/kota, tapi juga hingga kecamatan dan desa.

Di tingkat daerah, kader dan pengurus Partai Golkar juga diminta berperan, termasuk mampu menjadi pencipta opini positif bagi masyarakat.

Pihaknya mengharapkan seluruh pengurus dan kader Partai Golkar di daerah itu mampu memaksimalkan konsolidasi dan meningkatkan peran kemasyarakatan.

"Pemilu tinggal dua tahun lagi. Efektif kerja tinggal 1,5 tahun. Harus membuat program-program yang sangat nyata. Saya sarankan, satu bulan sekali untuk melakukan evaluasi," katanya.