INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jatuh tempo obligasi di perbankan diperkirakan marak, yang memicu penerbitan obligasi tahun ini.

Advertisement

Danan Dito, analis Pefindo menilai itu sebagai pendorong, meskipun likuiditas perbankan banjir yang diketahui bukan untuk jangka panjang.

"Mayoritas dana perbankan bersifat jangka pendek," kata dia di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Advertisement

Ia menjabarkan lebih lanjut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyumbang penerbitan obligasi diperkirakan senilai RpRp576,73 miliar.

"Pada kuartal I 2021 untuk penerbitan obligasi berupa sekuritisasi dari perbankan BUMN," jelas dia.

Advertisement

Selain dari itu, lanjut dia, Selanjutnya mandat yang diterima dari sektor perbankan senilai Rp2,4 triliun yang berasal dari tiga perusahaan per 15 April 2021 dan belum listing .

Advertisement