Industri Properti dan Pendidikan, Dimana Keterikatanya?

Oleh : Sony Heru Priyanto | Sabtu, 17 April 2021 - 15:37 WIB

Sony Heru Priyanto
Sony Heru Priyanto

INDUSTRY.co.id - Beberapa tahun terakhir ini bermunculan universitas yang didirikan oleh pemilik properti besar. Katakanlah Lippo Cikarang dan Karawaci (LPCK, LPKR) dengan Universitas Pelita Harapan; Ciputra (CTRA) dengan Universitas Ciputra; Jaya Real Property (JRPT) dengan Universitas Pembangunan Jaya; Summarecon (SMRA) dengan Universitas Pradita; Jababeka (KIJA) dengan Universitas Presiden; dan Agung Podomoro Land (APLN) dengan Universitas Agung Podomoro.

Pendiri dan pemilik perguruan tinggi tersebut notabene adalah pendiri dan pemilik usaha properti, yang uniknya, usaha tersebut sudah go public. Kondisi ini tidak ditemukan dalam 30 tahun yang lalu. Lalu apa menariknya fenomena ini? Apakah akan bermunculan lagi universitas yang didirikan oleh pengusaha properti? Adakah kaitan antara industri properti dan pendidikan?

Potensi Bisnis properti

Bisnis properti terus bertumbuh dan berkembang. Kondisi ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan dan mobilitas penduduk. Banyak kota-kota baru bertumbuh, pertukaran barang dan jasa meningkat, perputaran uang meningkat, bisnis-bisnis bermunculan yang pada akhirnya membutuhan tanah dan bangunan, baik sebagai tempat produksi barang dan jasa, perkantoran, penginapan maupun untuk permukiman.  Pertumbuhan dan mobilitas penduduk menyebabkan hal tersebut diatas semakin cepat terjadi. Perputaran bisnis di industri properti semakin berputar cepat. Ruko, mal, hotel, apartemen, perumahan, pabrik tumbuh

Bisnis properti ini merupakan bisnis yang berkaitan dengan kegiatan jual beli atau sewa menyewa produk properti, mulai dari rumah, apartemen, gedung kantor, ruko, mal, bangunan pabrik, tanah, dan aset lainnya. Para pelaku bisnis properti bisa dikategorikan menjadi beberapa, yaitu perantara: orang yang hanya menjadi perantara dengan tugasnya menghubungkan antara pemilik properti yang ingin menjual propertinya dengan calon pembeli; Agen properti (broker / marketing): orang yang secara individu atau mewakili perusahaan melakukan jual beli properti. Tugasnya kurang lebih seperti perantara; Developer: disebut pula pengembang, adalah orang-orang atau perusahaan yang membangun properti, kemudian melakukan penjualan sendiri untuk properti yang telah dibangun tersebut.

Potensi Industri Pendidikan

Industri dibidang pendidikan semakin marak dan menarik. Banyak perguruan tinggi bermunculan dengan membawa misi mulia sebagai lembaga sosial yang ingin memeratakan pendidikan dan mencerdaskan bangsa. Pertumbuhan ini tidak terlepas juga dari pertumbuhan ekonomi, penduduk serta kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Pertanyaannya adalah apakah industri pendidikan bisa surplus, jika kita tidak etis mengatakan profit karena industri pendidikan merupakan lembaga sosial yang berorientasi non profit? Untuk menjawab ini, tentu kita perlu menggunakan asumsi atau contoh saja karena memang masih banyak lembaga pendidikan yang berorientasi non profit dan sosial banget.

Dengan peningkatan pendapatan per kapita, tentu kemampuan untuk membiayai pendidikan meningkat, sehingga mereka ini akan mencari perguruan tinggi berkualitas meski harus membayar tidak sedikit untuk mencapai cita-citanya. Misalnya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran, pada umumnya mahasiswa harus membayar ratusan juta rupiah.

Beberapa univeritas ternama, tuition fee nya lebih dari seratus juta. Dengan student body 10.000 mahasiswa dengan biaya kuliah 100 juta, akan ada perputaran uang 1 triliun rupiah selama 4 tahun atau sekitar 250 milyar per tahunnya. Ini dari mahasiswa saja, belum lagi pendapatan lain yang bisa diperoleh dari kegiatan pendidikan, penelitian dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Dampak ikutan

Perguruan tinggi terus dikembangkan. Perkembangan ini berdampak pada peningkatan program studi, peningkatan karyawan baik pendidik maupun tenaga kependidikan, peningkatan student intake, peningkaran kegiatan yang mendatangkan tamu dari tempat lain, peningkatan layanan, sarana dan prasarana.  

Ketika suatu kampus dibangun beserta sarana prasarananya, akan memunculkan dampak ikutan berupa bertumbuhnya kebutuhan permukiman sebagai tempat kos atau tempat tinggal mahasiswa, warung, ruko, resto bahkan hotel untuk kegiatan meeting, exhibition dan conference. 

Bahkan dalam perkembangan terakhir, ada kebutuhan apartemen baik untuk kepentingan tempat tinggal sendiri maupun dormitori. Mahasiswa datang dari berbagai wilayah di Indonesia maupun dari luar negeri. Ketika menjadi mahasiswa, mereka butuh makan, menginap, beraktivitas berobat. Keempat kebutuhan itu menyebabkan pendirian kampus menyebabkan peningkatan kebutuan properti.  Itu artinya ada potensi bisnis properti di kawasan pendidikan dan atau ada potensi pendirian kampus di kawasan pembangunan properti.
  
Ada tiga kawasan yang memiliki potensi penyewa paling tinggi yaitu kawasan pendidikan, kawasan bisnis, dan kawasan industri. Sebagai contoh, kawasan sekitar kampus Pelita Harapan, Agung Podomoro, UI, ITB, IPB, UB, UGM, ITS, Ciputra dan kampus lainnya pastinya penuh dengan penyewaan kos atau rumah. Sekarang malah sudah beralih ke apartemen.

Selain itu, kampus-kampus tersebut juga biasanya berdekatan dengan kampus universitas negeri dan swasta lainnya. Potensi bisnis properti pun terbilang besar. Selain itu, bisnis properti lainnya yang punya peluang lainnya adalah kios dan ruko (rumah toko). Kalau ada kampus, biasanya ada bisnis rumah makan, laundry, foto kopi, dan layanan kesehatan. Banyak mahasiswa dan mahasiswi merupakan pendatang. Mereka membutuhkan tempat tinggal, tempat makan, tempat nongkrong, tempat cuci pakaian, tempat foto kopi, dan masih banyak lagi.

Ketika perguruan tinggi didirikan, nilai properti akan meningkat. Disamping mendapatkan pendapatan dari lembaga pendidikan, pemilik properti juga mendapatkan tambahan pendapatan dari peningkatan nilai dari aset propertinya, sehingga propertinya bisa disewakan dan atau dijual dengan harga yang lebih memadai dibanding mendirikan stand alone property. Brand dan branding perusahaan akan meningkat. Inilah sintesa alasan mengapa beberapa penguaha property mendirikan Kampus satu kawasan dengan propertinya.

Bagi konsumen properti, akan lebih senang jika seluruh layanan tersedia dikawasan tersebut, tak terkecuali layanan pendidikan.  Bagi pemilik properti, mendirikan kampus menjadi satu kawasan dengan bisnis propertinya, akan memudahkan asetnya terjual dengan perputaran lebih cepat dan lebih menguntungkan, nama baiknya meningkat, kampusnya bisa berkembang dan surplus. Jika beruntung, masih bisa mendapat keringanan pajak dari kegiatan corporate social responsibity (CSR) nya, karena CSR bersifat tax deductable, seperti yang ada di Pasal 1 PP 93 Tahun 2010. 

Sumbangan dan/atau biaya yang dapat dikurangkan sampai jumlah tertentu dari penghasilan bruto dalam rangka penghitungan penghasilan kena pajak bagi wajib pajak, yang relevan dengan industri pendidikan terdiri atas: sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan, yang merupakan sumbangan untuk penelitian dan pengembangan yang dilakukan di wilayah Republik Indonesia yang disampaikan melalui lembaga penelitian dan pengembangan; Sumbangan fasilitas pendidikan, yang merupakan sumbangan berupa fasilitas pendidikan yang disampaikan melalui lembaga pendidikan; Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga, yang merupakan sumbangan untuk membina, mengembangkan dan mengoordinasikan suatu atau gabungan organisasi cabang/jenis olahraga prestasi yang disampaikan melalui lembaga pembinaan olah raga; dan Biaya pembangunan infrastruktur sosial merupakan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan umum dan bersifat nirlaba.

 

Oleh: Sony Heru Priyanto - Universitas Agung Podomoro

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pabrik Gula (wy)

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:30 WIB

Kuat Dugaan Ada Keterlibatan Anggota Dewan dalam Kasus KTM, KPK Diminta Segera Turun Tangan

Kasus temuan puluhan ribu ton gula gudang PT Kebun Tebu Mas (KTM) masih terus bergulir hingga saat ini. Yang terbaru, muncul dugaan keterlibatan anggota DPR RI berinisial AW dan AD dalam dugaan…

Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:19 WIB

Dahsyat! Seribu Karyawan Indocement Mulai Ikut Vaksin Gotong Royong

Bogor- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) memulai program vaksinasi tahap pertama COVID-19 untuk karyawannya sebagai bagian dari penyelenggaraan gerakan Vaksinasi Mandiri…

Perumahan Cibubur Jaktim

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:00 WIB

Gerbang Tol, CBD hingga Mall Tingkatkan Nilai Properti di Kota Wisata Cibubur

Sebagai primadona di kawasan Cibubur, Kota Wisata menambah kelengkapan fasilitasnya dengan gerbang tol langsung di dalam kompleks tersebut. Keberadaan akses langsung pintu tol di dalam kawasan…

Founder & Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:15 WIB

Kisruh di Jababeka Berakhir! Budianto Liman Tetap Dirut, Darmono Komut

Jakarta - Kisruh di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah berakhir. Manajemen lama perseroan memenangkan persidangan di pengadilan setelah proses hukumnya terus bergulir sejak 2019.

Irfan Setiaputra Dirut Garuda Indonesia

Selasa, 18 Mei 2021 - 16:00 WIB

GIA Group Layani Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin yang Telah Mendapat Vaksinasi

Garuda Indonesia Group melalui lini layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink, menjadi maskapai penerbangan nasional pertama di Indonesia yang melayani penerbangan dengan pilot dan awak…