Fadli Zon: Kita Ingin Membangun Diplomasi Total...

Oleh : Nata Kesuma | Kamis, 08 April 2021 - 19:15 WIB

Fadli Zon Anggota DPR RI (foto IST)
Fadli Zon Anggota DPR RI (foto IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Keberadaan diplomasi parlemen menambah ruang diplomasi dalam merespon isu-isu internasional untuk kepentingan nasional. Ini bagian dari diplomasi total Indonesia.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengemukakan, diplomasi parlemen sering kali lebih sukses, karena tidak terikat tata krama diplomasi resmi yang kaku.

“Kita ingin membangun diplomasi total, karena hakekat politik luar negeri kita dalam kerja sama di berbagai bidang adalah untuk kepentingan nasional. Di kamar eksekutif ada Kementerian Luar Negeri yang berdiplomasi dan di kamar legislatif dilakukan oleh BKSAP," kata Fadli saat memimpin pertemuan dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Kamis (8/4/2021).

Disampaikan Anggota Komisi I DPR RI tersebut, di era globalisasi ini semua negara tidak bisa mengisolasi diri.

Membangun kerja sama antarnegara jadi keniscayaan, baik regional maupun internasional.

Dan di parlemen, diplomasi dan kerja sama itu dilakukan BKSAP yang memiliki empat bagian, yaitu kerja sama regional, internasional, bilateral, dan administrasi luar negeri.

“Secara individu anggota DPR juga bisa berdiplomasi sesuai kepentingan dapil dan nasional," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Ia menilai, diplomasi parlemen sering kali lebih efektif daripada diplomasi pemerintah. Parlemen, lanjut Fadli, bisa memiliki kebebasan melakukan diplomasi. Isu-isu sensitif pun bisa disampaikan.

Dan beberapa isu nasional dan internasional yang berhasil dilakukan lewat diplomasi parlemen adalah soal Papua merdeka dan produk sawit Indonesia.

DPR pernah mengundang negara-negara Pasifik selatan untuk menjelaskan sekaligus meluruskan isu Papua merdeka.

Begitu juga soal sawit, DPR sudah mendesak parlemen Uni Eropa untuk tidak lagi melarang produk sawit Indonesia masuk Eropa.

Sementara untuk isu-isu internasional, masih kata Fadli, DPR intens membicarakan isu kemanusiaan Rohingya dan kemerdekaan Palestina.

"Kedua isu itu selalu disuarakan DPR di forum regional maupun internasional," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazroui (Foto: The National)

Selasa, 13 April 2021 - 14:50 WIB

Dahsyat! Bawa Duit Berkarung-karung, UEA Bakal Bangun Fasilitas Vaksin Covid-19 di Indonesia

Uni Emirate Arab (UEA) akan segera merealisasi investasi dalam pembangunan fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur Uni…

Kampus UBSI Ciputat

Selasa, 13 April 2021 - 14:30 WIB

Upaya Calon Mahasiswa di Tengah Wabah Covid-19

Ahmad Rofikin, pria yang akrab disapa Fikin adalah seorang anak muda berusia 25 tahun yang merantau dari desanya di Plantungan, Kendal ke Kota Tangerang Selatan, Banten untuk mengubah hidupnya.…

Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, Kokok Alun Akbar ketika menyaksikan secara virtual simbolis penandatanganan Akad Massal 1.500 Nasabah BSI KPR Sejahtera dengan total nominal Rp195 miliar

Selasa, 13 April 2021 - 13:43 WIB

BSI Gelar Akad Massal 1500 Nasabah KPR Sejahtera

Bank Syariah Indonesia melaksanakan akad massal 1500 nasabah Program BSI KPR Sejahtera di 17 Provinsi serentak secara online. Program BSI KPR Sejahtera merupakan bentuk partisipasi dalam mendukung…

Presiden RI Joko Widodo bersama Kanselir Jerman Angela Merkel saat membukan Hannover Messe 2021

Selasa, 13 April 2021 - 12:21 WIB

Menperin: Bapak Presiden Optimis Industri 4.0 Jadikan Indonesia Top 10 Ekonomi Global di 2030

Pemerintah optimistis penerapan industri 4.0 dapat mewujudkan visi besar untuk menjadikan Indonesia bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Aspirasi…

Presiden Jokowi di Hannover Messe 2021

Selasa, 13 April 2021 - 12:17 WIB

Jokowi Bicara Pentingnya SDM Industri 4.0 di Hannover Messe 2021

Saat pembukaan Hannover Messe 2021 Digital Edition, Presiden Joko Wododo (Jokowi) menegaskan tiga hal utama dalam mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0.  Pertama, penguatan SDM…