Bioskop Tak Tergantikan, OTT Diperlukan Oleh Para Sineas Dan Produser

Oleh : Amazon Dalimunthe | Selasa, 06 April 2021 - 04:41 WIB

Deddy Mizwar, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia.
Deddy Mizwar, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia.

INDUSTRY.co.id - JAKARTA-- Belakangan,  penayangan film melalui platform OTT (over the top) semakin marak. Hampir semua produser film melirik platform ini sebagai tempat untuk memasarkan produk filmnya baik yang baru maupun yang lama.  Namun kehadiran bioskop tetap diperlukan oleh Produser, para pekerja film dan juga masyarakat penonton. 

Hal ini terungkap lewat zoom webinar yang diselenggarakan oleh Koperasi Seniman Indonesia (Kreasil) Senin Petang. Webinar dengan narasumber  H.Deddy Mizwar yang menjabat Ketua Umum PPFI  dan juga Ketua Dewan Pengawas Kreasi bersama CEO MD Pictures, Manoj Punjabi.

"Bioskop tetap dibutuhkan. Karena menonton di bioskop adalah salah satu bagian terpenting dari industri perfilman itu sendiri. OTT menjadi alternatif di saat situasi pandemi Cofid seperti sekarang ini, " kata Deddy Mizwar. 

Lebih jauh Deddy mengatakan bahwa sampai hari ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk kembali membuat masyarakat kembali menonton ke bioskop. "Meski sudah mematuhi protokol kesehatan, masyarakat masih enggan datang ke bioskop. Edukasi yang dilakukan oleh pemerintah masih sangat kurang. Kalau orang sudah bisa datang ke mall atau tempat rekreasi, kenapa ke bioskop orang masih jarang. Dan ini berdampak pada keengganan produser menayangkan hasil karyanya ke bioskop. Alhasil OTT jadi alternatif" kata Deddy. 

Hal senada disampaikan oleh Manoj Punjabi yang sejumlah produk terbarunya langsung tayang di OTT Disneystar ketimbang di bioskop. "Setelah melihat perkembangan yang ada,  kami lebih banyak fokus di OTT daripada di bioskop. Daripada produksi kami tidak berjalan, lebih baik tayang di OTT, " ujarnya. 

Manoj mengatakan bahwa pihaknya menunggu sampai pandemi ini selesai baru berani memgandalkaj kembali bioskop. "Masalahnya kalau bioskop jumlah penonton itu terukur dan kita tahu siapa yang menonton produk kita. Kalau di OTT kita tidak tahu jumlah penonton. Karena pihak OTT tidak mau memberitahu.  Mereka hanya membayar berdasarkan kesepakatam awal saja, " kata Manoj. 

Ketua Umum Kreasi , Rudy Aryanto mengatakan bahwa koperasi seniman Indonesia adalah lembaga yang menaungi banyak seniman untuk berkarya. Kreasi hadir lebih dari sekedar Koperasi Modern yang hanya mengandalkan pembiayaan dengan konsep simpan pinjam tapi mengedepankan 3 hal yakni; Kolektivitas IDE yang melahirkan gagasan kreasi atau project yang tidak hanya memberikan rejeki bagi dirinya tapi anggota lainnya ikut diberdayakan.

Selanjutnya Ide tersebut harus berbasis IoT atau Internet artinya harus linear dengan market place sehingga user dalam hal ini masyarakat atau pemerintah yang membutuhkan bisa berinteraksi akan IDE tersebut dalam platform eCommerce.

"Kreasi laiknya sarang madu untuk beri manfaat sebanyak-banyaknya untuk peradaban yang mensejahterakan," papar Ketua Umum Koperasi Seniman Indonesia, Rudi Aryanto yang saat ini sedang menyelesaikan OTT Roman Picisan. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Nicholas Youwe

Minggu, 09 Mei 2021 - 05:00 WIB

Nicholas Youwe: Veronica Koman Anda Tidak Punya Hak Bicara Masalah Papu

Nicholas Youwe mengatakan, dalam kondisi sekarang sudah tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Republik Indonesia didalam membangun Papua. Karena itu, berbagai pihak yang selaku memprovokasi…

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)

Minggu, 09 Mei 2021 - 04:00 WIB

Pimpinan Kelompok Teroris OPM Tega Tipu Keluarga Sendiri

Kejahatan Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai sudah dikenal sejak lama. Mulai dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar…

Ilustrasi Perumahan

Minggu, 09 Mei 2021 - 03:45 WIB

Tahu Kah Kamu! 70 Persen Milenial Lebih Pilih Beli Rumah Daripada Apartemen

Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, sepanjang kuartal pertama 2021 ternyata 70 persen milenial lebih tertarik untuk membeli rumah daripada apartemen melalui daring. Rentan umur milenial…

Ketum KADIN Rosan P Roeslani

Minggu, 09 Mei 2021 - 03:05 WIB

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Pekan Depan, Ketum Kadin Rosan: Ini Momentum Kendalikan Pandemi Covid-19

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan vaksinasi gotong royong akan dimulai pada pekan depan.

Kementan pantau penjualan daging di Pasar Jelang Lebaran Idul Fitri

Minggu, 09 Mei 2021 - 00:29 WIB

Kementan Pastikan Ketersediaan Daging Sapi untuk Lebaran Aman

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa kondisi ketersediaan pasokan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat menyambut Idul Fitri 1442 H dijamin aman. Hal…