Ini Cara Pemerintah Tingkatkan Minat Literasi Baca dan Tulis

Oleh : Hariyanto | Kamis, 01 April 2021 - 16:08 WIB

Webinar Digital Society “Paradigma Literasi Baca Tulis di Era Digital”
Webinar Digital Society “Paradigma Literasi Baca Tulis di Era Digital”

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kehadiran pandemi dan pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja, fenomena ini semakin mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, pada pembukaan acara Webinar Digital Society “Paradigma Literasi Baca Tulis di Era Digital” yang diadakan pada Kamis, (1/4/2021).

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama GNLD Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Siberkreasi, Direktorat Sekolah Dasar, Pendidikan.id dan Kemkominfo TV dan aplikasi Zoom.

Semuel mengatakan, untuk menghadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerja sama dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia. Salah satu pilar pentingnya adalah dengan menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya.

“Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Semuel.

"Masyarakat perlu meningkatkan kemampuan literasi digital agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital dengan benar," kata Jumeri, S.TP., M.Si, selaku Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbud.

Menurut Jumeri, minat baca di negara ini termasuk yang paling rendah. Dia berharap kepada anak muda Indonesia khususnya, bahwa dengan meningkatnya kemampuan memanfaatkan teknologi informasi bisa meningkatkan juga minat baca lewat platform digital.

Ia juga berharap dengan berbagai informasi yang diberikan oleh para narasumber pada acara webinar ini, bisa membuat para orang tua, guru, siswa, dan mahasiswa meningkat kemampuan literasinya.

Beberapa narasumber yang hadir antara lain, Prof. Dr. Gufran A. Ibrahim, M.S selaku Guru Besar Antropolinguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, Dr. Achmad Fahrodji selaku Direktur Utama PT. Balai Pustaka (Persero), Opik selaku Ketua Forum TBM / Founder Komunitas Ngejah, dan Rangga Adi Negara selaku Sub Koordinator Fasilitasi Literasi Digital Kemkominfo, serta dimoderatori oleh Enfira Yanuaristi, M.Psi, selaku Analis Pengembangan Peserta Didik Kemendikbud.

Gufran mengatakan bahwa saat ini kita sedang mengalami dua lompatan besar dalam perilaku atau tradisi baca tulis, dari tanpa jari ke membaca dengan sentuhan jari pada gawai, sehingga menurutnya, ada pengalaman dan pembelajaran kecerdasan kinestetik di dalamnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa keuntungan dari membaca di era digital ini adalah peluang untuk mendapatkan bacaan yang semakin banyak dan beragam semakin besar.

“Tapi setelah punya gawai, malah memulai berkebiasaan lisan seperti update status, ngobrol sana sini, dan malah lebih banyak berbicara dengan diri sendiri, dan malas membaca buku,” jelasnya.

Sementara itu, Achmad Fahrodji mengatakan bahwa Balai Pustaka memiliki Program Peningkatan Literasi Siswa (PPLS), di mana Balai Pustaka menawarkan agar sekolah-sekolah se-Indonesia mengirimkan wakilnya untuk dilatih menulis.

Selain itu, Balai Pustaka juga membuat produk berupa taman bacaan digital bernama Edu BP yang dapat diakses tanpa terkoneksi ke internet.

“Alat ini hanya dicolokkan ke listrik, tanpa perlu koneksi internet, dia akan menjadi Wi-Fi, di mana seluruh kontennya bisa diakses oleh pemegang HP tanpa tersedot kuotanya, jadi di daerah pedalaman dan daerah tertinggal alat ini akan dipasang,” ujarnya.

Mengenai disrupsi teknologi, Rangga Adi Negara memberikan beberapa contohnya seperti peralihan dari ojek konvensional ke ojek online, banyaknya marketplace online yang telah menyediakan barang yang lebih murah dan lebih komplit dari mall, di masa pandemi di mana restoran-restoran kini sudah menjual produknya secara online, dan dari dunia pendidikan di mana buku-buku kini menjadi buku digital.

Dengan adanya internet, informasi akan semakin mudah dicari, tetapi Rangga mengingatkan bahwa informasi yang dibaca di internet kini preferensinya semakin berubah. Ia mengatakan bahwa saat ini berita-berita yang dibaca kebanyakan hanyalah judulnya saja, sehingga ini menjadikan maraknya clickbait dan membuat kebiasaan yang mengganggu untuk kemampuan baca tulis.

“Kami dari Kemenkominfo memiliki sebuah program yaitu Program Literasi Digital Siberkreasi, yang mulai tahun ini akan dilaksanakan secara masif di 514 kabupaten dan kota, selain itu ada juga repositori pengetahuan yang bisa dilihat dan diunduh secara gratis oleh masyarakat,” jelasnya.

Di akhir sesi acara, Opik menambahkan bahwa tips jitu dalam mempertahankan mood untuk menulis dan membaca adalah jadikan menulis dan membaca sebagai kebutuhan.

“Jika dijadikan sebagai kebutuhan, maka ketika kita tidak membaca kita akan kehilangan banyak informasi dna tentu saja pengetahuan itu bisa menjadi amunisi ketika kita berdialog dengan yang lain, dan salah satunya adalah dengan membaca,” ungkap Opik.

Opik juga menambahkan, dua upaya yang bisa dilakukan agar kegiatan membaca bisa melembaga adalah dengan mulai membacakan buku cerita kepada anak dan lanjutkan terus kegiatan ini hingga ke jenjang selanjutnya, misal dari PAUD, lanjutkan ke SD, SMP, hingga SMA agar anak bisa merasa bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dialog Nasional bertema Kiprah 17 Tahun Obat Modern Asli Indonesia Fitofarmaka

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:50 WIB

Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Kemenkes dan BPOM Ajak Seluruh Masyarakat Konsumsi Obat Modern Asli Indonesia

Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya mengatakan, di tengah meningkatnya kasus Covid-19 semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya mengonsumsi imunomodulator…

Ninja Express (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:43 WIB

Ninja Xpress Catatkan Kota Jakarta dan Sekitarnya Sumbang 26% Pengiriman Nasional Selama Ramadan 2021

Di tengah momentum Hari Ulang Tahun Jakarta ke-494, Ninja Xpress apresiasi warga Jakarta dan sekitarnya atas kontribusi nyata dalam membantu memperbaiki roda perekonomian Indonesia dengan melakukan…

Produk Daypack Leuser (Dok: Leuser Adventure Shop)

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:15 WIB

Berburu Perlengkapan Outdoor di Leuser Adventure Shop, Ada Diskon Menarik, Lho!

Pemerintah Indonesia telah memberikan pelonggaran terhadap wisatwan untuk berwisata ke berbagai daerah Indonesia sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Akan tetapi,…

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi

Jumat, 25 Juni 2021 - 09:23 WIB

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi di Sragen

Untuk pertama kalinya di Regional Jawa Bagian Tengah, Pertashop yang menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) mesin diesel atau jenis gasoil, yaitu Dexlite resmi beroperasi.

Pembangunan Bendungan Ladongi

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:57 WIB

Progres Pembangunan Sudah 90,28 Persen, Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Siap Impounding Pada Juli 2021

Bendungan Ladongi akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas tampung 45,95 juta m3 dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektar (ha). Nantinya air yang tertampung…