INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia sudah menjalankan penyuntikan vaksin Covid-19 sebanyak 10 juta pada tahap pertama dan kedua. Angka ini menjadikan Indonesia masuk ke dalam posisi 4 besar negara yang bukan produsen vaksin, namun telah melakukan penyuntikan di atas 10 juta.
"Saat ini, laju penyuntikan vaksin kita telah mencapai 500.000 suntikan per hari dan kita sudah tembus 10 juta penyuntikan Jumat lalu (26/3). Dengan capaian ini, Indonesia masuk dalam posisi 4 besar negara di dunia," kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenkes RI pada (30/3).
Menurut Budi, posisi Indonesia di bawah Jerman, Turki, dan Brasil serta berhasil melampaui Israel dan Prancis. "Ini sebuah kabar gembira," tuturnya.
Budi menyebut, tak ada satu pun produsen vaksin di dunia ini yang bisa mencukupi seantero permintaan negara-negara besar seperti Indonesia. Menurutnya, Indonesia itu beruntung karena telah menjalin kerja sama dengan 4 produsen vaksin, yakni Sinovac, AstraZeneca, Novavax, serta Pfizer.
Sementara itu, dari keterangan tertulis Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional, bahwasanya vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat diberikan kepada yang berusia di atas 18 tahun.
Selain itu, Emergency Use Authorization (EUA) juga telah diperbaiki, yakni soal interval atau rentang pemberian dosis vaksin tersebut menjadi 4-8 pekan atau 8-12 pekan. Akan tetapi, pelaksanaan di "lapangan" secara operasional lebih tepat dipilih dengan interval 8 pekan.
Mereka juga mengatakan, dibutuhkan kehati-hatian pada vaksinasi Covid-19 AstraZeneca bagi lanjut usia (lansia), terutama yang mengidap komorbid atau penyakit penyerta.
Di samping itu, Budi pun menyerukan seluruh masyarakat agar ikut serta menyosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19, khususnya terhadap kelompok masyarakat lansia 60 tahun ke atas.
"Mari kita upayakan bersama bagaimana bisa mendorong lansia bisa lebih cepat disuntik agar kita dapat melindungi orang tua kita. Semakin cepat vaksinasi dilakukan, semakin cepat kita mencapai kekebalan komunal," ungkapnya.
Tak lupa, ia juga kembali mengajak masyarakat untuk tak perlu ragu-ragu divaksinasi ketika gilirannya datang. Pemerintah pasti hendak memprioritaskan vaksin yang benar-benar aman serta berkhasiat guna dipergunakan oleh seluruh masyarakat, yang berdasarkan rekomendasi dari ahli.
"Vaksin memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan. Ketika saatnya tiba untuk vaksinasi, tidak usah ragu-ragu," ujarnya.
Menurut Budi, apapun jenis vaksinnya, pasti aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. "Bagi yang sudah divaksinasi, jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin sampai kita benar-benar mencapai kekebalan kelompok dan terbebas dari pandemi," tutup Menkes.