INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi III DPR RI Mulfachri Harahap menyoroti anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terus menurun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. 

Advertisement

Padahal, peran BNN sangat vital dalam memerangi semua permasalahan narkoba di negeri ini.

"Dalam lima tahun terakhir anggaran yang diberikan kepada BNN bukannya meningkat tapi malah menurun. Hal ini berbanding terbalik dengan tugas BNN sendiri sebagai lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan pemberantasan terhadap narkoba di negeri ini," jelas Mulfachri, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (30/3/2021).

Advertisement

Wakil Rakyat Fraksi PAN ini mengatakan, dibutuhkan komitmen yang kuat khususnya dari pemerintah untuk memberikan dukungan kepada BNN dalam berbagai aspek salah satunya adalah dukungan anggaran.

"Bagaimana mungkin BNN yang diberikan kewenangan untuk melakukan perang melawan narkoba dan lembaga yang diposisikan dibarisan paling depan perang terhadap narkoba tidak mendapatkan fasilitas yang sangat mereka butuhkan. Kita tahu berurusan dengan para bandar narkoba itu sesuatu yang tidak mudah," ujarnya.

Advertisement

Hal senada juga diungkap oleh Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry yang mendorong pemerintah untuk segera memperkuat Badan Narkotika Nasional (BNN) baik dari sisi legislasi, anggaran maupun infrastruktur.

Dijelaskan Herman, alokasi anggaran BNN saat ini masih sangat kurang. Untuk itu, Ia berharap, di Tahun 2022 pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan anggaran di BNN. 

Advertisement

"Sekarang ini rata-rata (anggaran BNN) Rp 1,6 triliun total. Kalau mau bicara jujur yang diperlukan oleh BNN 5 kali angka sekarang ini," kata Herman.

"Angka yang sekarang ini ibaratnya hanya cukup untuk menutupi kaki, muka telanjang. Ketika ditarik menutupi tutup muka, lutut di bawah kelihatan," ungkapnya mengibaratkan.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini berharap betul agar pemerintah meningkatkan alokasi anggaran operasional dan belanja modal BNN.

"Ini juga untuk peningkatan infrastuktur secara maksimal," tandasnya.