Petani Cabai Daerah Sentra Sepakat Turut Amankan Pasokan Cabai Jelang HBKN

Oleh : Wiyanto | Selasa, 30 Maret 2021 - 09:45 WIB

Tanaman cabai milik petani
Tanaman cabai milik petani

INDUSTRY.co.id-Magelang – Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1422 H tahun ini, Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo semakin ketat memastikan ketersediaan pangan strategis. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura bersama dengan pelaku usaha cabai optimis pasokan cabai tahun ini aman.

Hal ini diketahui melalui koordinasi dengan para pelaku usaha (petani) cabai di wilayah sentra-sentra besar di Jawa. Di antaranya Blitar, Kediri, Tuban, Magelang, Temanggung, Kebumen, Boyolali, Banjarnegara, Bandung, Garut, Cianjur, Sumedang, Kulon Progo dan Sleman.

"Untuk menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri kita harus pastikan agar cabai tersedia dalam jumlah yang cukup. Gejolak harga yang terjadi beberapa bulan ini tidak berlanjut hingga memasuki bulan puasa nanti," ujar Sesditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari.

Wanita kelahiran Klaten itu juga mengajak petani untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketersediaan cabai. "Cabai itu tidak bisa disimpan di gudang. Stoknya di lapangan dalam bentuk standing crop. Kepemilikannya adalah petani, maka kami berharap agar petani bersinergi dengan Ditjen Hortikultura dalam mewujudkan stabilisasi pasokan dan harga," ujar Retno.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan para pelaku usaha dari kabupaten tersebut, terkonfirmasi bahwa pasokan aneka cabai aman. Potensi luas panen cabai rawit pada April 5.851 hektare, Mei 10.178 hektare. Cabai keriting pada April 3.410 hektare, Mei 3.304 hektare sedangkan cabai besar pada April 3.345 hektare dan Mei 2.200 hektare.

"Meskipun kondisi panen di Blitar saat ini mengalami penurunan akibat efek berantai sejak pandemi Covid-19 namun diprediksi luas panen cabai rawit akan terus meningkat," ujar pelaku usaha cabai asal Blitar, Sarwi.

Petani sekaligus anggota DPRD ini menjelaskan bahwa Blitar akan memasuki panen raya pada April - Mei dengan luas panen cabai rawit 2.080 hektare dan Mei 6.540 hektare.

Sejalan dengan Sarwi, petani asal Magelang Darno mengatakan bahwa volume cabai yang dikirim dari Magelang ke Jakarta saat ini kurang lebih 30 truk.

"Kapasitas per truk 6,5 ton. Artinya total pengiriman per hari mencapai 195 ton. Diprediksi pasokan aman pada bulan April - Mei mendatang," paparnya.

Para pelaku usaha bersepakat untuk mendukung kegiatan untuk kemaslahatan bersama. Mereka siap mencurahkan pemikiran, tenaga dan ide-ide demi kemajuan pertanian hortikultura khususnya cabai.

Di tengah kesibukannya mengawal food estate hortikultura di Sumatera Utara, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha tetap memonitor perkembangan pasokan dan harga. Pihaknya juga optimistis bahwa pasokan dan harga cabai pada Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini aman.

"Selama sepekan ini harga cabai rawit yang sempat menyentuh harga Rp 105 ribu/kg di Pasar Induk, perlahan mulai turun hingga Rp 80 ribu/kg per hari ini (28/3). Melihat pergerakan tersebut saya optimistis harga terus berangsur turun ke titik normal," ujar Tommy.

Lebih lanjut, Ditjen Hortikultura menyusun rencana aksi pengendalian fluktuasi harga cabai dengan tiga cara bertindak mulai dari peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk turunan cabai serta penguatan sistem cadangan dan sistem logistik.

"Pada 2021 ini, Ditjen Hortikultura akan mengembangkan cabai melalui program kampung cabai. Ke depannya, kampung cabai tersebut akan difasilitasi mulai dari sarana persemaian sampai dengan pemasaran. Sentuhan teknologi juga akan digunakan pada proses persemaian benih agar lebih efisien dari segi waktu, sehingga pertanaman bisa dilakukan lebih cepat," jelas Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam wawancara tertulis, Minggu (28/3).

Dirinya menjelaskan Ditjen Hortikultura juga mendorong penggunaan benih ke arah hibrida. Jika petani lebih memilih dengan benih lokal maka harus dapat melakukan seleksi benih dari tanaman yang sehat sehingga tidak membawa penyakit pada tanaman berikutnya dan produktivitasnya tetap tinggi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menaker Ida Fauziyah

Jumat, 18 Juni 2021 - 06:30 WIB

Menaker Ida: Reformasi Birokrasi Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi

Digitalisasi menjadi norma baru dan menjadi sangat penting bagi perusahaan modern maupun institusi Pemerintah sebagai pemberi layanan publik. Reformasi birokrasi salah satunya diwujudkan melalui…

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M.

Jumat, 18 Juni 2021 - 06:00 WIB

KASAL Laksamana Yudo Resmikan Lanal Saumlaki Tanimbar Maluku

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., meresmikan Dermaga Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Saumlaki dalam rangka mendukung pengamanan laut di Alur Laut Kepulauan…

Batalyon Polisi Militer 1 Marinir Cilandak Jakarta

Jumat, 18 Juni 2021 - 05:40 WIB

Yonpom 1 Marinir Cilandak Laksanakan Apel Organik Satuan

Dalam rangka menjelang dilaksanakannya latihan pasukan pendarat (Latpasrat) dan mengecek kesiapan tempur satuan, Batalyon Polisi Militer 1 Marinir (Yonpom 1 Mar) mengelar Apel organik satuan…

Prajurit Kompi Dragon Yonif 3 Marinir

Jumat, 18 Juni 2021 - 05:20 WIB

Prajurit Kompi Dragon Yonif 3 Marinir Laksanakan Latihan Evakuasi Medis Lapangan

Dalam rangka lanjutan latihan Pembinaan Satuan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Prajurit Kompi Latihan Dragon melaksanakan evakuasi medis lapangan di Bhumi Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.…

Kepala Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya Laksma TNI dr. Radito Soesanto,Sp.THT-KL, Sp.KL

Jumat, 18 Juni 2021 - 05:00 WIB

Kepala RSPAL dr. Ramelan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Kafaskes TNI AL Wilayah Surabaya

Dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya yang tengah meningkat tajam, Kepala Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya Laksma TNI dr. Radito Soesanto,Sp.THT-KL,…