INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam bidang ketahanan energi, Kementerian BUMN memperkenalkan Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai holding untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle Battery) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sejatinya, pembentukan IBC ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemegang saham (shareholders’ agreement) yang dilangsungkan pada 16 Maret 2021 lalu oleh empat perusahaan BUMN sektor pertambangan dan energi, yakni Mind ID, Antam, PLN dan Pertamina.
Menurut Menteri BUMN Erick Thorir, pembentukan IBC merupakan strategi Pemerintah khususnya Kementerian BUMN untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral di Indonesia.
“Kita ingin menciptakan nilai tambah ekonomi dalam industri pertambangan dan energi, terutama nikel yang menjadi bahan utama baterai EV, mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik, dan memberikan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Erick Thohir, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (26/3/2021).
Dikatakanya, IBC akan mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik, holding ini juga akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga yang menguasai teknologi dan pasar global untuk membentuk entitas patungan di sepanjang rantai nilai industri EV battery.
Mulai dari pengolahan nikel, material precursor dan katoda, hingga battery cell, pack, energy storage system (ESS), dan recycling.
Hingga saat ini telah dilakukan penjajakan kepada beberapa perusahaan global yang bergerak di industri baterai EV, seperti dua korporasi asing asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (Catl) dan Korea Selatan, LG Chem.
Erick meyakini, Indonesia berpotensi memiliki pangsa pasar produksi dan penjualan kendaraan jenis bermotor roda dua dan empat yang sangat besar.
"Kita miliki potensi 8,8 juta unit untuk kendaraan roda dua dan 2 juta unit untuk kendaraan roda empat pada tahun 2025," paparnya.
"Dengan keunggulan rantai pasokan yang kompetitif, setidaknya 35% komponen EV bisa berasal dari lokal," tandas Erick.
Untuk diketahui, pada tahap awal, Komisaris Utama MIND ID Agus Tjahajana Wirakusumah ditunjuk Erick untuk memimpin IBC.
Sementara empat dirut asal perusahaan yang terlibat di dalam holding industri baterai tersebut akan menjadi anggotanya.