INDUSTRY.co.id - Jakarta, Tudingan Anggota DPR RI, Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Muhammad Natsir yang dialamatkan kepada manajemen PT Krakatau Steel (PT KS), di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, pada Rabu (24/3/2021) yang menyebut bahwa PT Krakatau Steel telah menyelundupkan baja dari China mendapatkan tanggapan serius dari Organisasi Relawan Jokowi.

Advertisement

Menurut Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh, bahwa tudingan Anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut masih bersifat kerdil, tidak memiliki alat bukti yang cukup.

Maka kata dia, sebaiknya Muhammad Natsir berkaca saat partai Demokrat berkuasa.

Advertisement

“Saya kira tudingan itu masih bersifat kerdil, tidak berdasar. Dia harus buktikan ucapannya tersebut, sehingga tidak asal bicara,” kata Akhrom, melalui keterangannya yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (26/3/2021).

Selain tudingan potensi kerugian negara mencapai Rp10 triliun, Akhrom menegaskan bahwa bila bicara pada konteks untung-rugi dalam pengelolaan industri baja dalam negeri, justru kerugiaan yang dialami PT Krakatau Steel dimulai sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Advertisement

Pasalnya, sebut Akhrom, kerugiaan KS telah dimulai sejak tahun 2012, sehingga pemerintahan Presiden Jokowi yang cuci piring kotornya.

“Kalau kita masuk pada pembicaraan untung-rugi, KS rugi sejak Partai Demokrat dan Presiden SBY berkuasa, dimulai sejak tahun 2012 Krakatau Steel sudah mengalami kerugiaan,” tegas Akhrom.

Advertisement

Maka dari itu sambungnya, justru pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi dan manajemen Krakatau Steel sekarang, PT Krakatau Steel mendapatkan keuntungan.

“Coba kalau kita amati, pemerintahan dan manajemen KS sekarang-lah yang bisa dapat untungnya,” pungkas Akhrom.

Selain Akhrom, Pengamat Hukum Pidana, RJ Seohandoyo saat dimintai tanggapannya menyampaikan, bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada PT Krakatau Steel masih bersifat informasi sepihak.

“saya kira tudingan tersebut masih perlu pendalaman. Masih bersifat informasi sepihak,” kata Seohandoyo yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten ini.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir menuding PT Krakatau Steel Tbk (Persero) menyelundupkan baja dari China.

Menurutnya baja tersebut diimpor dan dilabeli buatan Krakatau Steel

"Saya datangi satu perusahaan di Bekasi, bagian peleburan besi, besi baja dan lain lain. Kita dapat dari bon fakturnya itu suplai paling besarnya Krakatau Steel. Setelah kita cek-cek, mereka juga enggak melebur bajanya di situ. Melebur bajanya dari China, tapi barang dari China sudah dicap dari Krakatau Steel," tandas Nasir dihadapan Dirut KS Silmy Karim dalam Rapat kerja di DPR Rabu kemarin.