INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia-Rusia Adies Kadir mengatakan pihaknya menyambut baik penawaran kerjasama Vaksin asal Rusia yang disampaikan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva di DPR, Senayan, Jakarta.

Advertisement

“Terkait diplomasi vaksin, sekarang ini sedang dilakukan penjajakan untuk menawarkan penawaran vaksin mereka ke Pemerintah yaitu Sputnik V. Mereka menyampaikan bahwa (vaksin) Rusia ini yang pertama diakui oleh WHO," ujar Adies Kadir, dikutip refalsi INDUSTRY.co.id pada Kamis malam (25/3/2021).

Saat ini, Rusia sudah memproduksi dan menggunakan tiga jenis vaksin diantaranya Sputnik V, EpiVacCorona, dan CoviVac.

Advertisement

"Kita mendukung dan penawaran ini nantinya akan dibahas di Komisi IX dan pemerintah," kata Adies.

Selain itu, Adies juga menambahkan, memasuki usia ke-71 tahun hubungan diplomasi Indonesia dengan Rusia, Parlemen Indonesia bermaksud untuk kembali menjalin komunikasi yang sempat terkendala saat pandemi. 

Advertisement

Meski demikian, hubungan antar-pemerintah kedua negara masih terus berjalan di berbagai sektor. Tidak hanya sektor politik, hukum, budaya, ekonomi, pendidikan, hingga pertukaran pelajar, serta bisnis to bisnis.

Untuk diketahui, dalam Peraturan Presiden RI Nomor 21 Tahun 2016, Rusia menjadi salah satu dari 169 negara yang diberikan fasilitas bebas Visa untuk berkunjung ke dalam negeri.

Advertisement

"Pada kesempatan ini, saya juga mengapresiasi keputusan Pemerintah Rusia yang memudahkan dan menggratiskan pemegang paspor di 53 negara termasuk Indonesia, mengajukan e-Visa ke Rusia. Namun perlu dipertimbangkan pemberlakuan bebas visa bagi WNI ke Rusia ke depannya,” imbuhnya.

Adapun mengenai vaksin Sputnik V sendiri, Duta Besar Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan bahwa vaksin Covid-19 produksi negaranya sedang dalam proses mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan data yang disampaikannya, vaksin tersebut memiliki efikasi 91,6 persen dan telah disetujui digunakan di berbagai negara muslim seperti Mesir, Tunisia, Armenia, Iran, Armendia, UEA, Pakistan dan Palestina.

"Sudah terbukti bahwa vaksin tersebut sangat aman, salah satu yang paling murah dan sangat efektif. Kami sangat mendukung posisi Indonesia bahwa isu tersebut tidak boleh untuk dipolitisasi, sehingga semua negara baik kecil maupun besar harus mempunyai akses yang sama terhadap vaksin," ujarnya.

"Kami berharap vaksin tersebut segera mendapat izin BPOM dan masuk dalam program vaksinasi gotong-royong," sambung Dubes Lyudmila yang telah bertugas di Indonesia sejak tahun 2018 itu.

Sementara terkait Visa, Dubes Rusia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia untuk menggratiskan Visa bagi warga negaranya tersebut. 

Sebelum pandemi berlangsung, setidaknya ada 160 orang Rusia yang berkunjung ke Indonesia dalam kurun waktu satu tahun. 

Sedangkan sebanyak lebih 20 ribu orang Indonesia juga tercatat telah berkunjung ke Rusia. 

“(Jika ada pembebasan visa) Pasti banyak yang tertarik," tandas Dubes Lyudmila.