INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri BUMN Erick Thohir terus mendorong agar perusahaan-perusahaan BUMN meningkatkan daya saingnya di pasar internasional.
Ia berharap perusahaan plat merah dapat menangkap peluang yang lebih besar atas jasa dan produk BUMN di pasar global.
Pasalnya, menurut Erick, industri transportasi merupakan industri strategis, sehingga pasar dan peluang bisnisnya sangat besar.
"Saya bangga, PT INKA telah menjadi salah satu lokomotif dalam memperkuat tujuan dari BUMN Go Global. Dengan produk yang sudah digunakan di Asia, Afrika, dan Australia, menandakan produk nasional kita diakui dan mampu terserap pasar global," ucapnya, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (21/3/2021).
Apalagi, sambungnya jika PT INKA bisa bekerjasama dengan BUMN lain di pasar global.
"Hal itu akan menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri, sekaligus menciptakan efisiensi operasional," sambung Erick.
Selain itu, di depan Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro dan jajaran direksi perusahaan manufaktur perkeretaapian yang berdiri sejak 1981 itu, Erick juga berharap agar INKA tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan berbagai inovasi kedepan.
"Harapan Saya, PT INKA terus melakukan inovasi. Tak hanya inovasi produk, tapi juga inovasi bisnis dengan melakukan investasi atau akuisisi di luar negeri," tandasnya.
Untuk diketahui, saat ini, PT INKA bersama LEN Industri (Persero) dan Wijaya Karya (Persero) Tbk sudah membangun Indonesia Railway Development Incorporated for Afrika di Kinshaha.
Swlain itu, INKA juga membentuk konsorsium di Kongo dan Indonesia Railway Development Consortium bersama KAI (Persero), LEN, dan Waskita Karya (Persero).
Dalam dua tahun terakhir, PT INKA juga telah mampu mengekspor beragam jenis produk, seperti lokomotif, kereta penumpang, kereta rel listrik, kereta penggerak, gerbong barang, light rail transit, hingga trem bertenaga baterai yang sudah diuji coba sebagai moda alternatif mengatasi kemacetan di perkotaan transportasi perkotaan.