INDUSTRY.co.id - "Tugas kita adalah membuat perubahan. Tugas kita adalah terhubung dengan orang-orang, berinteraksi dengan mereka dengan cara yang membuat mereka lebih baik daripada yang kita temukan, lebih mampu mencapai tempat yang mereka inginkan. Setiap kali kita menyia-nyiakan kesempatan itu, setiap halaman atau kalimat yang tidak cukup menjelaskan penyebabnya adalah pemborosan. " - Seth Godin -

“Our job is to make change. Our job is to connect to people, to interact with them in a way that leaves them better than we found them, more able to get where they’d like to go. Every time we waste that opportunity, every page or sentence that doesn’t do enough to advance the cause is waste.”
— Seth Godin

Apa pendapat Anda tentang kutipan tersebut, apakah kutipan tersebut dari praktisi Human Resource? apakah dari Direktur HR? tentu yang ada dalam pikiran kita bahwa pekerjaan yang sering berhubungan dengan orang dan menghubungkan orang adalah HR.

Jawabannya adalah tidak,  Seth Godin dikenal sebagai Marketing Guru, dia adalah seorang penulis dan wirausaha, menulis banyak buku tentang marketing, alat – alat marketing dan penelitian tentang marketing. Seth godin lebih banyak mendalami perilaku dari manusia Ketika melakukan penelitian tentang marketing, bahkan lebih banyak dari yang dilakukan oleh seorang praktisi HR.

Sebagai seorang Praktisi HR SDM, apakah kita bisa coba untuk berpikir seperti seth Godin?, Bisakah kita menggunakan metode marketing dalam bidang HR? mari kita coba …

Setiap perusahaan perlu membuat program engagement untuk karyawan yang terarah dan sesuai dengan tujuan. Dengan program yang sesuai untuk setiap segmen karyawan, perusahaan bisa membuat karyawan tetap fokus kepada pencapaian yang ingin dituju, membangun kerjasama tim yang solid, serta tidak lupa bisa menambah kompetensi karyawan tersebut. Untuk mendapatkan segment karyawan dan sasaran yang sesuai kita bisa menggunakan metode STP Marketing.

STP marketing adalah kerangka kerja luas yang merangkum dan menyederhanakan proses segmentasi pemasaran, Model Tiga langkah ini terdiri dari Segmentasi, Targeting dan Positioning. Segmentasi adalah proses untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan segmen pasar. Targeting dilakukan untuk melakukan Evaluasi dan memilih Segmentasi target. Positioning, mengembangkan posisi atau strategi produk untuk memenangkan pasar. setelah Anda mendapatkan ini, Anda dapat memutuskan stategi apa yang bisa anda lakukan terkait dengan program yang akan di gunakan dalam memasarkan barang.

Ide menggunakan metode STP marketing ini dapat digunakan untuk mendapatkan program yang sesuai saat menciptakan program engagement bagi karyawan terutama di bidang manufaktur. Program Engagement karyawan tidak hanya di lakukan dengan membuat event atau acara berkumpul bersama di suatu tempat, tetapi kita juga bisa menggunakan cara lain dalam melakukan engagement program. Berdasarkan gethppy.com, ada 25 Ide yang bisa digunakan dalam program untuk melakukan enggament program, 25 ide ini bisa membantu perusahaan untuk menentukan program enggament untuk internal karyawannya. (Gethppy.com : 25 Employee Engagement Ideas).

Program ini tidak memerlukan karyawan untuk hadir dalam acara, apalagi pada saat pandemic covid-19 sekarang ini. Semua program bisa dilakukan tanpa bertemu secara langsung karena semua dilakukan dengan online. Informasi juga dapat disampaikan dengan menggunakan digital marketing, tetapi tentu saja masih butuh keterlibatan dari pemimpin atau atasan dari karyawan untuk mendorong program tersebut.

Bagaimana cara melakukannya ?  Berikut Langkah Langkah yang bisa lakukan :

1. Menetapkan Segmentasi Karyawan,
segmentasi karyawan di bagi berdasarkan 4 Tier pyramide level manajemen sesuai dengan pengetahuan mereka tentang teknologi dan pekerjaan mereka.
2. Menentukan Sasaran atau target yang ingin di capai
Targeting, Evaluasi tujuan HR untuk setiap Segmen dalam membuat program engagament
3. Menentukan Program untuk karyawan
Positioning, Produk atau program untuk strategi engagement, kita bisa menggunakan 25 Ide engagement program.

Dan Langkah yang terakhir adalah bagaimana cara memberikan informasi ke karyawan dan seperti apa programnya.

Kita lihat contoh di bawah ini :


Ternyata dengan menggunakan metode STP Marketing, kita bisa membuat program internal engagement karyawan dengan lebih terarah dan sesuai dengan tujuan perusahaan. tentu saja ada beberapa program yang bisa dilakukan secara bersama sama dan tidak hanya bisa dilakukan untuk satu segmen saja. karena itu yang terpenting adalah fokuskan ke sasaran atau target yang ingin kita capai.

Bagaimana menurut anda ? apakah metode ini bisa digunakan di perusahaan anda?

Penulis : Saidah, Senior HR Executive di salah satu perusahaan di daerah Jababeka, S2 MM-TECH di President University