Janji Pertamina Sediakan Energi Bersih Tak Main Main, Kini Pertamina Geothermal Energy Operasikan 15 Wilayah Kerja

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 11 Maret 2021 - 13:34 WIB

Kejar Target 1,1 Giga Watt, Pertamina Geothermal Energy Operasikan 15 Wilayah Kerja
Kejar Target 1,1 Giga Watt, Pertamina Geothermal Energy Operasikan 15 Wilayah Kerja

INDUSTRY.co.id, Jakarta–PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gothermal Energy (PGE) menambah satu Wilayah Kerja (WK) Geothermal dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sehingga saat ini PGE mengelola 15 WK.

WK baru panas bumi yang izin pengembangannya telah ditugaskan pengelolaannya kepada Pertamina (Persero) melalui Anak Perusahaannya PGE tersebut berlokasi di Kotamobagu Sulawesi Utara. Sebelumnya, PGE telah beroperasi di 14 WK yaitu Gunung Sibuali-Buali - Sumut, Gunung Sibayak-Sinabung - Sumut, Sungai Penuh (Kerinci) - Jambi, Hululais - Bengkulu, Lumut Balai dan Margabayur - Sumsel, Way Panas - Lampung, Kamojang Darajat - Jabar, Karaha Cakrabuana - Jabar, Pangalengan - Jabar, Cibeureum Parabakti - Jabar, Tabanan - Bali, Lahendong - Sulut, Gunung Lawu - Jateng, Seulawah - NAD. dan Kotamobagu - Sulut

Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang operasikan sendiri oleh PGE di atas adalah sebesar 672 MW. Sesuai dengan masterplan Pertamina pengembangan panas bumi dalam lima tahun ke depan akan meningkat tajam, ditargetkan akan naik 2 kali lipat menjadi 1.108 Megawatt (1,1 Gigawatt) pada tahun 2026.

Di samping operasional sendiri oleh PGE, Pertamina juga mengelola panas bumi bersama mitra melalui joint operation contract dengan kapasitas terpasang sebesar 1.205 MW. Dengan keseluruhan pengelolaan pengembangan panas bumi tersebut, diharapkan Pertamina dapat menjamin terpenuhinya energi bersih di masa depan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan Pertamina terus mengupayakan penyediaan energi yang ramah lingkungan yang diperlukan di masa depan. Melalui 15 wilayah kerja proyek panas bumi, Pertamina akan mewujudkan program transisi energi dimana energi baru terbarukan akan mencapai 30% pada tahun 2030.

"Potensi geothermal di Indonesia sangat tinggi, termasuk No 2 terbesar di dunia namun baru 7 persen yang telah dikembangkan. Dengan roadmap Pertamina, dalam lima tahun ke depan akan naik dua kali lipat," ungkapnya.

Agus menambahkan pada program transisi energi, Pertamina juga akan mengupayakan 4 MW melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Badak di Kalimatan. Solar Cell Panel juga telah terpasang di 63 lokasi yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Pertamina juga menargetkan pemasangan Panel Solar Cell di seluruh SPBU Pertamina dengan kapasitas terpasang sebesar 385 kWp,"ujarnya.

Energi bersih yang akan menghasilkan listrik juga dikembangkan Pertamina melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bio-Gas (PLTBg) bekerja sama PT Perkebunan Negara II di Sei Mangkei di Simalungun Sumatera Utara dengan total kapasitas 2,4 MW.

Salah satu proyek nasional yang juga menjadi fokus Pertamina, lanjut Agus adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 di Cilamaya Jawa Barat dengan kapasitas mencapai 1.760 MW.

Inisiatif strategis untuk mendorong pelaksanaan program green transition Pertamina, lanjut Agus juga dilakukan di sektor pengolahan. Setelah sukses uji coba produksi Green Diesel (D100) di Kilang Dumai sebesar 1.000 barel per hari, Pertamina juga sedang mengembangkan Green Energy melalui Revamp TDHT di Kilang Cilacap dengan target produksi 6.000 barel perhari yang ditargetkan onstream tahun 2022. Biorefinery Standalone di Kilang Plaju dengan kapasitas 20.000 barel per hari.

Di lini bisnis tengah tersebut, sejak tahun 2019 Pertamina telah mengimplementasi Biodiesel plus 30% yang terlaksana di seluruh Indonesia, sehingga dapat menurunkan impor solar sebesar 1,6 miliar dollar per tahun.

"Upaya untuk menurunkan impor, Pertamina juga akan mengembangkan gasifikasi batubara kalori rendah menjadi DME untuk substitusi LPG. Keseluruhan insiatif strategis yang dilakukan Pertamina untuk menjamin ketersediaan energi bersih di masa depan didasari semangat untuk memberikan energi yang lebih baik kepada masyarakat dan lingkungan,"tandas Agus.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Anies Baswedan Apresiasi Kontribusi Bank DKI Untuk Bangkitnya Ekonomi DKI Jakarta

Jumat, 25 Juni 2021 - 11:32 WIB

Bank DKI Punya Kontribusi Besar untuk Bangkitnya Ekonomi DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan: Saya Sampaikan Apresiasi dan Bangga

Jakarta-Ditengah kondisi pandemi Covid yang masih menyelimuti DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang mengikuti dan mendukung…

Ilustrasi UMKM Go Digital (Ist)

Jumat, 25 Juni 2021 - 11:30 WIB

Investasi Teknologi Digital Tumbuh 17,1 Persen, UKM di Asia Tenggara Bisa Capai Keunggulan Kompetitif

Lanskap bisnis digital yang berkembang di kawasan Asia Pasifik melihat tren operasi bergerak ke teknologi komputasi awan (cloud). Perusahaan mengumpulkan sejumlah besar data yang memerlukan…

PT Erajaya Swasembada, Tbk

Jumat, 25 Juni 2021 - 11:25 WIB

Meski Masih Pandemi, Erajaya Group Justru Tambah Sebanyak 14 Outlet Ritel di 13 Kota

Erajaya Group secara serentak membuka dan meresmikan 14 outlet ritel, yaitu: 3 outlet Erafone Megastore, 6 outlet Erafone Store, 2 outlet Erafone Cloud Retail Partner, 1 outlet iBox Store, dan…

Pengguna Sepeda

Jumat, 25 Juni 2021 - 11:11 WIB

Allianz Berikan Perlindungan Bagi Pengguna Sepeda dan Motor

Aktivitas olahraga outdoor menjadi pilihan yang makin digemari berbagai kalangan, khususnya didorong oleh situasi pandemi yang membuat masyarakat harus menjaga kebugaran tubuh sembari selalu…

Diskusi perbenihan jagung

Jumat, 25 Juni 2021 - 11:02 WIB

Perketat Mutu Jagung Hibrida, Kementan Tingkatkan Penggunaan Benih Unggul

Kebutuhan jagung sebagai bahan pangan dan pakan secara nasional sangat tinggi dengan sasaran produksi tahun 2021 mencapai 23 juta ton. Hal ini perlu di dukung penyediaan benih jagung varietas…