Literasi Digital Anak Didik dan Tenaga Pendidik: Guru dan Orang Tua Harus Punya Referensi Konten yang Tepat

Oleh : Hariyanto | Minggu, 21 Februari 2021 - 14:27 WIB

Literasi Digital
Literasi Digital

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di era digital seperti saat ini, para guru dan murid dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, terutama di masa pandemi di mana kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Literasi digital antara tenaga pendidik dan anak didik harus dikembangkan, karena guru kini harus memiliki kemampuan menyajikan materi yang baru secara digital, agar peserta didik tidak cepat bosan.

Untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD Siberkreasi, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan webinar bertema “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital” yang ditayangkan secara virtual pada aplikasi Zoom dan kanal YouTube Siberkreasi, serta Kemkominfo TV, pada Sabtu (20/2/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh narasumber Nur Fitriana selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof. Eko Indrajit selaku Praktisi Literasi Digital, Mihram Rahman selaku Dosen dan Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), dan Wahyu Aditra selaku Kreator Konten, serta dimoderatori oleh Devie Rahmawati dari Siberkreasi.

Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nur Fitriana menjelaskan mengenai beberapa layanan penunjang literasi dan pembelajaran digital yang dimiliki dan diawasi oleh Kemendikbud seperti portal Rumah Belajar, Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia atau AKSI Sekolah, Setara Daring, SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah), dan TV Edukasi.

Nur berpendapat jika guru dan orang tua murid harus punya referensi konten-konten yang tepat untuk putra-putri dan siswa-siswinya, tanpa ada iklan-iklan yang tidak pantas untuk diakses oleh anak-anak. Menurutnya, literasi digital yang baik bukan berarti semua diserahkan kepada anak.

“Menjadi independent learner atau pembelajar mandiri itu penting, tetapi tidak serta merta kita biarkan begitu saja, tetap kita melakukan komunikasi, interaksi, attachment antara orang tua dan murid, itulah yang kita optimalkan. Jadi referensi-referensi inilah yang Kominfo dan Kemendikbud terus berupaya untuk memberikan layanan-layanan terbaik, khususnya di dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Eko Indrajit mengatakan bahwa hampir semua materi pembelajaran sudah bisa ditemukan di internet, bahkan kampus-kampus dan sekolah-sekolah terkemuka dunia membuka semua materi ajarnya di internet. Oleh karena itu menurutnya, kita harus berpindah dari content-based education menuju outcome-based education.

“Jadi kalau kita masih mengajar dengan cara memberikan materi yang sudah ada di internet, maka kita membuang waktu untuk abad saat ini,” jelasnya.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Ia mengeluarkan sebuah istilah yang disebut dengan Cyber Pedagogy, yaitu bagaimana mengajar, sharing, dan membentuk pribadi dengan cara memanfaatkan teknologi digital, internet dan siber. 

“Dan untuk membuat ini berhasil, semua pihak harus memiliki digital literacy, baik guru, siswa, orang tua, maupun pihak-pihak masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujar Prof. Eko.

Menurut Dosen dan Relawan TIK, Mihram Rahman, bahwa kreativitas adalah salah satu hal yang penting untuk memunculkan kemenarikan pada saat tenaga pendidik menyampaikan materi. Dia mencontohkan dengan mencoba mengganti posisi handphone menjadi landscape, atau mencari lokasi yang bagus ketika melakukan face to face online learning.

“Karena dengan menciptakan kemenarikan bisa mendapatkan hasil belajar yang maksimal,” ujarnya.

Pada sesi terakhir, Kreator Konten, Wahyu Aditya memberikan materi mengenai literasi digital dari kacamata content creator. 

Menurutnya, dalam hal pembuatan sebuah konten dibutuhkan pengetahuan tentang storytelling dan desain. Menurutnya, storytelling sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan yang akan diceritakan, sedangkan desain dapat menciptakan perilaku seperti kecanduan, kegembiraan, dan keterlibatan.

“Kita harus belajar bagaimana memiliki kemampuan untuk meminjam lensa seorang desainer, karena itu adalah kunci pendidikan literasi digital di zaman sekarang ini,” ucapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia, Kokok Alun Akbar ketika menyaksikan secara virtual simbolis penandatanganan Akad Massal 1.500 Nasabah BSI KPR Sejahtera dengan total nominal Rp195 miliar

Selasa, 13 April 2021 - 13:43 WIB

BSI Gelar Akad Massal 1500 Nasabah KPR Sejahtera

Bank Syariah Indonesia melaksanakan akad massal 1500 nasabah Program BSI KPR Sejahtera di 17 Provinsi serentak secara online. Program BSI KPR Sejahtera merupakan bentuk partisipasi dalam mendukung…

Presiden RI Joko Widodo bersama Kanselir Jerman Angela Merkel saat membukan Hannover Messe 2021

Selasa, 13 April 2021 - 12:21 WIB

Menperin: Bapak Presiden Optimis Industri 4.0 Jadikan Indonesia Top 10 Ekonomi Global di 2030

Pemerintah optimistis penerapan industri 4.0 dapat mewujudkan visi besar untuk menjadikan Indonesia bagian dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Aspirasi…

Presiden Jokowi di Hannover Messe 2021

Selasa, 13 April 2021 - 12:17 WIB

Jokowi Bicara Pentingnya SDM Industri 4.0 di Hannover Messe 2021

Saat pembukaan Hannover Messe 2021 Digital Edition, Presiden Joko Wododo (Jokowi) menegaskan tiga hal utama dalam mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0.  Pertama, penguatan SDM…

Hotel Boutique Sala Bangkok

Selasa, 13 April 2021 - 12:00 WIB

Tim Eksekutif Dukung Pembukaan Hotel Sala Boutique Bangkok

Boutique Sala Bangkok, hotel dan resor bergaya dan bersahabat dari SALA Hospitality Group, telah memperkenalkan jajaran profesional perhotelan yang sangat terampil untuk memimpin sala bang pa-in,…

Pertamedika IHC Bersama Google Cloud

Selasa, 13 April 2021 - 11:42 WIB

Wow! Pertamedika IHC Bersama Google Cloud Luncurkan Sistem Layanan Kesehatan Terintegrasi di 73 Rumah Sakit BUMN

Sistem OSS yang dihosting di Google Cloud merupakan pilar utama dari transformasi digital Pertamedika IHC dan menjadikan jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia ini sebagai ujung tombak inovasi…