Perkembangan Industri Makin Dinamis, Jababeka Terus Lakukan Upaya Pengembangan Infrastruktur

Oleh : Alichia Diasuma | Kamis, 18 Februari 2021 - 11:23 WIB

Alichia Diasuma
Alichia Diasuma

INDUSTRY.co.id - Sebagai salah satu kota di kabupaten Bekasi yang disebut sebagai wilayah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara merupakan tantangan tersendiri bagi PT. Jababeka Tbk dalam mengembangkan daerahnya mulai dari fasilitas infrastruktur hingga pemeliharaan kota.

Pasalnya, saking luasnya, daerah Jababeka sendiri dibagi menjadi beberapa kawasan, mulai dari Jababeka I hingga Jababeka III.

Hal tersebut rupanya juga sangat berpengaruh untuk suatu kota berkembang ialah terkait pemerataan infrastruktur di daerahnya.

Dimana, setiap daerah memiliki rencana kedepannya untuk memperbaiki atau menambah infrastruktur mereka, dengan harapan suatu saat akan dapat membantu meningkatkan roda ekonomi bisnis dengan infrastruktur yang baik.

Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 142 Tahun 2015 pasal 11 ayat (1) menyatakan bahwa “Perusahaan Kawasan Industri wajib menyediakan infrastruktur dasar di dalam Kawasan Industri paling sedikit meliputi: instalasi pengolahan air baku, installasi pengolahan air limbah, saluran drainase, instalasi penerangan jalan, dan jaringan jalan.

Sejak Jababeka beroperasi tahun 1989, kawasan industri Jababeka sendiri telah melayani 1.650 perusahaan lokal maupun multi nasional.

Mereka memiliki landasan pilar yang kuat yang telah dituangkan kedalam pilar bisnis Jababeka grup yakni pegembangan lahan, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sarana hiburan dan pariwisata.

Terkait infrastruktur yang sudah dikembangkan oleh pengelola Jababeka adalah pengolahan air bersih, air limbah, pembangkit listrik, cikarang dry port, dan manajemen estate.

Adapun terkait kemudahan dalam cara menggaet investor untuk menanamkan modalnya, infrastuktur Jababeka yang mumpuni terbukti menjadi keunggulan dan magnit tersendiri bagi para investor.

Hingga saat ini sudah banyak perusahaan besar yang berada di Kawasan Industri Jababeka diantaranya seperti Mattel, Kawan Lama, Komatsu, Loreal, Akzo Nobel, Unilever, Samsung dan seterusnya asal 30 lebih negara.

Mereka telah menunjukan tingginya antusiasme investor dalam hal investasi dikawasan terbesar di Asia ini.

Untuk memastikan pabrik dilokasi beroperasi optimal, perseroan sejak 2007 sudah memulai sebuah proyek Pembangkit Listrik 130 MW.

Proyek ini terus berkembang dengan potensi kapasitasnya bisa mencapai up to 600 MW. Infrastruktur dasar bagi industri ini dikelola langsung oleh anak perusahaan, yakni  PT. Bekasi Power.

Seiring berjalannya waktu permintaan energi tentunya akan terus bertambah, oleh sebab itu Jababeka sudah memikirkan dengan matang konsep pengembangan infrastrukturnya.

selanjutnya ialah ketersedian air baku, air bersih sebagai sumber utama kehidupan manusia di wilayah Cikarang Bekasi.

Hal terpenting ini juga telah di kemas secara profesional oleh Jababeka dan diprioritaskan menjadi salah satu infrastruktur yang akan mereka terus kembangkan.

Hal tersebut juga lantaran mengingat semakin banyak nya industri dan pemukiman penduduk, sshingga pengolahan air menjadi hal penting bagi Jababeka.

Kini, telah disediakan dua unit pabrik pengolahan air dengan kapasitas gabungan lebih dari 60.000 meter kubik per hari, yang dapat diperluas hingga 80.000 meter kubik per hari, pengelolaan air bersih dilakukan oleh salah satu anak usaha bernama PT. Jababeka Infrastruktur.

Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Jababeka juga membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan yakni terkait limbah pabrik.

Dimana setiap harinya limbah berdatangan dan tidak dapat di hindari. Namun dengan memiliki dua pabrik pengolahan air limbah dengan kapasitas hampir 35.000 meter kubik per hari, Jababeka mampu menerapkan konsep industri hijaunya.

Jababeka sebagai wilayah Kawasan Industri nyata-nyata tidak hanya berbicara mengenai investasi semata, melainkan fokus kepada keberlangsungan lingkungan.

selain itu, sejak tahun 2010 Jababeka juga telah mengembangkan pelayanan fasilitas logistik yang bergerak di bidang ekspor-impor yang dikelola oleh anak usaha Cikarang Dry Port.

Asal tau saja, untuk Cikarang Dry Port Sendiri merupakan pertama dan satu-satunya Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) di Indonesia.

Kehadiran perusahaan ini efektif membantu Industri yang berada di wilayah cikarang bekasi untuk memudahkan perusahaan melakukan aktifitas bea-cukai ekspor-impornya.

Adapun penulis sendiri, merupakan salah satu warga Jababeka yang menilai, perkembangan infrastruktur yang dibangun terus oleh Jababeka telah menimbulkan dampak positif bagi investor untuk menanam modalnya di Kawasan Industri Jababeka.

Terlihat, hingga saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan besar multinasional yang berada di Kawasan Industri Jababeka.

Ditambah dengan, pembangunan mall Living Plaza dan Taman Sehati yang semakin membuat suasana di Cikarang lebih hidup tidak membosankan hanya sebagai kota industri, yang notabene pemandangan yang selalu dilihat selalu industri.

Harapan kedepannya Jababeka terus melakukan innovasi dalam mengembangkan sayap infrastrukturnya guna membantu meningkatkan roda ekonomi daerah.

Penulis: Alichia Diasuma/ President University MM Tech Student 2021

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bal

Minggu, 11 April 2021 - 21:41 WIB

Luar Biasa Terobosan Pak Haru Koesmahargyo, Dukung PEN-ICRG, Bank BTN Transplantasi 710 Terumbu Karang dan Lepas 7.100 Tukik di Bali

DenpasarSebagai bentuk komitmen perusahaan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui program Indonesia Coral…

Ilustrasi Uang (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 21:08 WIB

DPR dan Pakar Ekonomi Ungkap Beban Berat APBN Pulihkan Perekonomian

kewenangan dalam Perppu 1 Tahun 2020, dan disempurnakan dalam UU Nomor 2 Tahun 2020, untuk menetapkan batas defisit anggaran melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa penanganan…

Saleh Partaonan Daulay , Komisi IX DPR

Minggu, 11 April 2021 - 20:45 WIB

Saleh DPR: Masjid BUMN dan Pemerintah Harus Tetap Moderat, Tak Boleh Bermazhab

Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyerukan masjid-masjid harus tetap menjaga sikap moderatnya di tengah masyarakat. Masjid tidak boleh berafiliasi pada mazhab dan aliran tertentu, apalagi…

Ilmuwan BATAN (ist)

Minggu, 11 April 2021 - 20:33 WIB

Agar Maju, Pemerintah Diminta DPR Kembangkan Tenaga Nuklir, Sugeng: Skala Kecil Saja Dulu, Kami Dukung...

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyampaikan, tenaga nuklir saat ini sudah dikembangkan dan menjadi tren di negara-negara maju sebagai energi alternatif.  Menurutnya, Indonesia sebenarnya…

Pembangkit Listrik

Minggu, 11 April 2021 - 20:07 WIB

MIGA, World Bank Group Bakal Jamin 95% Proyek Energi Terbarukan PLN Selama 5 Tahun Kedepan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan Lembaga Penjamin Investasi Multilateral atau Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA)…