INDUSTRY.co.id-Jakarta-PT Bio Farma (Persero) hingga saat ini telah memproduksi 10,4 juta dosis vaksin Covid-19.
"Update terakhir sampai tanggal 8 Februari 2021, sudah ada 11 batch diproduksi. Tiga batch sudah dilakukan uji dan memenuhi syarat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," ungkap Juru Bicara Vaksinasi PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, dalam diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 dengan tema Vaksinasi Kian Meniti, Indonesia Bebas Pandemi, Selasa (9/2/2020).
Ia mengungkapkan pihaknya telah memproduksi 11 batch vaksin Covid-19 dari total target 13 batch.
Dalam satu batch ada sekitar 950.000 dosis, tapi diharapkan dari total 13 batch ini nanti bisa menghasilkan 13 juta dosis pada 11 Februari 2021.
Total 13 batch yang akan diproduksi ini merupakan bahan baku (bulk) gelombang pertama yang diterima oleh Bio Farma pada Januari 2021. Bio Farma pada 12 Januari 2021 telah menerima bahan baku sebanyak 15 juta dosis dengan tambahan overfill 1,5 juta.
Jika menggunakan hitungan satu batch terdiri dari 950.000 vaksin, maka Bio Farma saat ini sudah memproduksi 10,4 juta dosis.
Kendati demikian, vaksin Bio Farma ini masih menunggu persetujuan penggunaan dari BPOM, sebelum akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat.
Sementara proses produksi bahan baku yang datang pada 2 Februari 2021, akan dimulai pada 14 Februari 2021 dan diharapkan selesai pada 20 Maret 2021. Waktu produksi yang cukup lama ini disebabkan keterbatasan fasilitas produksi.
"Ini menunggu dulu, bergiliran karena kita baru menggunakan satu fasilitas produksi," tutur Bambang.
Indonesia pada awal Februari ini mendapatkan kiriman 10 juta bahan baku vaksin ditambah satu juta overfill dari Sinovac. Sehingga total ada 11 juta dosis bahan baku untuk pembuatan vaksin Covid-19 yang diterima.