INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Usaha Konvergensi Media (PT UKM) berhasil menjalankan roda bisnis riset, investigasi dan multimedia. Sukses melakukan standarisasi, filterisasi, serta positioning menjadi startup yang kompetitif.
PT UKM yang berdiri sejak 2009 awalnya merupakan startup pembuatan website marketplace, kini melebarkan sayap dan membentuk akselerasi dalam spektrum lebih detil. Tujuannya mengambil momentum pembuktian, bahwa startup asli Indonesia bisa menjadi bagian dari aplikasi yang berkibar di negeri sendiri.
Menyiapkan aplikasi mobile karya anak bangsa, dengan sistem mengingat sebuah brand media bagi para humas. Berawal dari perusahaan forensik digital, literasi media dan kampanye online ini telah bekerjasama lama dengan lapakmedia semacam Higoapps atau Scoop, Scanie juga Wayangforce.
Targetnya di 2017 ini melakukan akuisisi sebagai implementasi diversifikasi bisnis untuk bergerak di bidang media massa cetak. Punya insting optimis masa depan, bahwa media cetak masih kelihatan bagus dan belum rapuh, perusahaan ini mengakuisi bisnis media cetak yang berkeinginan dengan multiplatform.
Mengelola majalah Matra Indonesia sejak 2009 dan sejak Januari 2017 ini dipercaya untuk pengelolaan Majalah Eksekutif yang terbit sejak 1979. “Dengan tatakelola GCG guna mempertahankan hegemoni dan mematahkan resistensi, konsen konsentrasi di kanal media massa tradisional dan mainstream sebagai leverage bisnis,” SS Budi Rahardjo, CEO Majalah Eksekutif kepada INDUSTRY.co.id, Minggu (7/5/2017)
Menyediakan informasi yang relevan serta menjaga gagasan tetap dapat mengalir bebas, pluralisme media dengan pengembangan quality content juga riset. Sebagai startup yang mengawinkan yang berbau teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut.
Dikatakan lebih lanjut oleh Jojo, panggilan akrab SS Budi Rahardjo, Lahir sebagai perusahaan yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk, perusahaan ini konsen beroperasi dalam bidang teknologi. “Dengan tim solid, memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif, kini sudah melaksanakan watchdog dan peringatan dini (early warning sysyem) terhadap penyimpangan yang terjadi di dunia maya dengan bekerjasama dengan Forum Pimpinan Media Digital (FPMDI) dan Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) serta ragam komunitas termasuk blogger juga Serikat Media Siber. “
Secara berkala menjalin acara-acara komunitas dan humas, perusahaan ini menyiapkan data base lengkap dari jaringan jurnalis dan pelaku industri kreatif. Juga melakukan mentoring para usahawan kelas menengah yang ingin akses ke para pimpinan media konvergensi dari cetak, digital hingga tv digital.
Diawali berbisnis penjualan teknologi sadap, kemudian program riset dan advokasi serta perlengkapan industri teknologi informasi (IT), strateginya adalah jeli melihat kebutuhan pasar, bahkan menciptakan pasar.
Memberi kesempatan individu dan organisasi sosial untuk berkomunikasi dengan jangkauan yang tak terbatas. Menyediakan solusi bagi konsumen hingga instansi dan birokrasi yang ingin memverifikasi sumber daya dari perusahaan media cetak hingga media digital hingga membantu jika ada yang ingin tahu berita itu hoax atau bukan.
Memfokuskan diri pada bisnis forensik teknologi digital, juga membantu jika UKM butuh pengiriman data cepat dengan biaya murah, PT Usaha Konvergensi Media bisa disebut menjadi pionir startup media di bidang “forensik digital” di Tanah Air.