INDUSTRY.co.id - Penandatanganan kerja sama pembiayaan senilai Rp 150 miliar  dilakukan  Presiden Direktur MNC Bank  Benny Purnomo dan Direktur Utama PT Prioritas Land Indonesia, Marcellus Chandra  di Jakarta, (6/4). Disampaikan  Marcell, pihaknya optimistis  dengan menggandeng PT Bank MNC Internasional Tbk  untuk merampungkan Proyek Majestic Point Serpong dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor properti.

Di tengah perlambatan sektor properti yang terjadi selama dua tahun terakhir, Marcell menyatakan bahwa pihaknya  tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan dan menyelesaikan proyek-proyeknya. “Kami optimistis  tahun ini menjadi tahun kebangkitan properti setelah sektor ini sempat melambat di tahun lalu,” ujarnya usai penandatanganan kerja sama.

"Dengan dijalinnya kerjasama ini, PT PLI berharap agar proyek Majestic Point Serpong dapat rampung di tahun 2017 dan dapat diserahterimakan dengan kondisi yang terbaik, sehingga investasi dari para konsumen dapat meningkat dengan maksimal" kata Marcellus Chandra.

Menurutnya, tingkat capital gain yang tinggi apartemen Majestic Point Serpong didasarkan pada kepercayaan dan kepuasan konsumen terhadap suatu properti. Hal itu didukung pembuktian penjualan pasar kedua (second market) yang tinggi. Selain itu, lokasi Majestic Point Serpong juga cukup strategis dan didukung dengan fasilitas utama yang terintegrasi. Apartemen yang  terdiri atas dua menara berketinggian 32 lantai ini terletak di kawasan segitiga emas Serpong, yakni Summarecon, Karawaci, dan BSD City.

Selain apartemen, proyek Majestic Point Serpong juga menawarkan kawasan komersial yaitu kios dan ruko. Posisinya  tepat berada di bagian depan apartemen yang langsung menghadap ke Jalan Raya Kelapa Dua.  Selain dikelilingi kampus dan sekolah ternama, kios-kios tersebut langsung berhadapan dengan Kampus Universitas Tarumanagara (Untar) yang akan segera dibangun di kawasan tersebut.

Majestic Point Serpong juga mudah diakses, sekitar 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Jakarta – Serpong. 

PT Prioritas Land Indonesia memiliki beberapa proyek yang dibangun di Jakarta dan Bali. Salah salah satunya adalah Apartemen Majestic Point Serpong.  Pada tahun 2015 lalu, PT Prioritas Land Indonesia telah melakukan serah terima tahap awal. Apartemen berkapasitas 900 unit itu dibangun pada April 2013 dan melakukan tutup atap (topping off) pada Februari 2015.

Tak jauh dari proyek   Majestic Point Serpong,  PT Prioritas Land Indonesia (PLI) telah  groundbreaking  proyek Superblok K2 Park yang berada  di atas lahan tiga hektare di Gading Serpong, Tangerang, Banten.  K2 Park terdiri atas empat tower apartemen dengan total 2.500 unit, satu tower hotel, dan satu tower pusat pendidikan. Gedung pertama yang dibangun adalah Hotel Harris, hotel bintang empat yang memiliki 200 kamar.

“Pembangunan lima tower lainnya akan dilakukan secara paralel dan penyerahan kunci diharapkan berlangsung pada 2018,” kata Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia, Marcellus Chandra, dalam acara groundbreaking K2 Park beberapa waktu lalu.

Superblok K2 Park  yang dibangun dengan investasi Rp1,5 triliun ini digadang menjadi the symphony of living di daerah Gading Serpong. Proyek multi fungsi (mixed use) ini akan menghadirkan sejumlah fasilitas, seperti food hall, area commercial, restoran, dan kafe. Sementara untuk education tower, imbuh Marcell, rencananya akan diisi oleh sejumlah institusi pendidikan, di antaranya sekolah sekretaris, sekolah musik, dan sekolah public .

Gading Serpong menurut Marcell kian menarik bagi konsumen, baik end user maupun investor. Terlebih lagi, pada akhir tahun lalu dibuka akses tol Gading Serpong yang terhubung dengan tol Jakarta – Merak, yang bakal mendongkrak harga properti. Proyek K2 Park ini merupakan proyek kelima PT Prioritas Land Indonesia setelah vila di Nusa Dua dan di Uluwatu Bali, Apartemen Majestic Point Serpong, dan Apartemen Indigo @ Bekasi.

Sementara itu Presiden Direktur MNC Bank  Benny Purnomo menyebutkan bahwa kerja sama dilakukan atas dasar pertimbangan kinerja dan portofolio proyek. Pihaknya juga berkeyakinan bahwa  sektor properti merupakan sektor yang potensial untuk bertumbuh di tahun ini. “Dan hal ini sejalan dengan strategi  bisnis MNC Bank yang  fokus pada segmen konsumer dan retail dengan segmen komersial dan korporasi sebagai pendukungnya,” kata Benny.

“Kami melihat properti sebagai satu sektor ekonomi yang sangat prospektif ke depan menyusul adanya dukungan dari seluruh stakeholder, termasuk regulator sektor keuangan, untuk mendorong berkembangnya industri properti nasional,” imbuh Benny. Sejauh ini MNC Bank telah bekerjasama dengan sebanyak 21 developer baik yang besar maupun yang kecil.

Bicara soal kredit MNC Bank ke sektor properti, menurut Benny sektor ini adalah salah satu sektor  'favorit' yang dibiayai oleh MNC Bank. “Kenapa banyak beri kredit ke properti dan konstruksi, karena kami sangat konservatif. Kredit yang kami kucurkan  harus di-cover dengan  aset, jadi collateral-nya harus aset,” ujarnya.

Diakui Benny, selama dua tahun terakhir pihaknya lebih banyak mendanai proyek-proyek properti. Bahkan bank yang ia pimpin sempat diganjar penghargaan dari dua media yang bergerak di peliputan properti, sebagai salah satu bank yang konsisten memberikan kredit ke sektor  properti, walaupun keadaan ekonomi sedang tengah melambat.

Pada 2016, MNC Bank  telah menyalurkan kredit sebesar Rp7,9 Triliun, meningkat sebesar 12,83% dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk pembiayaan kepemilikan rumah, perseroan miliki porsi menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar 27% dari sektor konsumer atau sekitar Rp1 triliun. 

MNC Bank juga mengembangkan bisnis melalui inovasi teknologi digital. Setelah mengembangkan fasilitas mobile banking dan internet banking, beberapa waktu lalu MNC Bank kembali meluncurkan produk berbasis digital lainnya yaitu aplikasi “punyakartu” dan “punyacelengan” yang dapat diunduh melalui Apple Store dan Google Play. Selain itu MNC Bank juga terus memperluas jaringannya dengan efektif bergabung di 49.000 ATM Bersama dan jaringan ATM Prima yang memiliki lebih dari 96.000 ATM berlogo PRIMA sehingga nasabah akan semakin mudah dalam melakukan transaksi.