INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia dan di seluruh penjuru dunia telah membuat dampak tersendiri bagi dunia pendidika. Khususnya terkait tidak adanya aktifitas belajar tatap muka disekolah.

Advertisement

Hal ini tentu memberi dampak pskilogis tersendiri bagi guru, siswa bahkan orang tua.

Dalam kondisi seperti ini menurut Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan penting sekali untuk membesarkan hati para pendidik dan anak didik agar tidak patah semangat dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini. 

Advertisement

"Pandemi ini justru adalah waktu dimana kita harus saling menguatkan. Jangan melawan pandemi itu sendiri. Kenapa kita memaksakan diri untuk tetap sekolah bertatap muka, terus kita memaksakan diri untuk hadir fisik, untuk kuliah secara fisik dan bekerja secara fisik dan lain sebagainya, padahal kita tahu bahwa kita baru punya vaksin dan baru menuju ke tahap suntikan kedua,” ujar Putra di Cilegon, dilansir redaksi Industry.co.id pada Minggu (31/1/2021).

Dirinya juga mengajak untuk bersama-sama turut menguatkan semua elemen pendidikan seperti guru, anak didik dan tak kalah pentingnya saat ini adalah orang tua. 

Advertisement

“Orang tua itu tidak pernah menempuh pendidikan sebagai guru, mereka tidak pernah disiapkan sebagai tenaga didik tapi mereka mendadak langsung jadi pendidik, langsung jadi guru di rumah masing-masing,” ucapnya.

Ia melanjutkan, peran dan keberadaan orang tua dalam mengawal pendidikan anak memang sering terlupakan. 

Advertisement

Kalau guru dan orang tua bisa bersatu, bisa kompak, bisa bersama-sama, tentunya mereka bisa mengawal pendidikan anak-anaknya. 

Putra menilai, para pelajar saat ini sebenarnya tidak banyak yang melakukan protes, mereka sudah cukup adaktif dengan apa yang sedang dihadapi sekarang.

“Yang banyak kita dengarkan protes itu justru dari orang tua dan guru. Kenapa? Guru belum mampu menyesuaikan diri bagaimana cara mengajar secara daring," ungkap Putra.

"Orang tua yang terbiasa ditinggal anaknya bersekolah selama 7 jam, 8 jam, 9 jam, mendadak ada anak di rumah dari pagi sampai siang bahkan sampai sore. Nah ini penyesuaian seperti ini menurut saya akan memakan waktu agak lama. Bagaimana guru, orang tua dan anak didik kita bisa menyesuaikan,” pungkasnya.