Dongkrak Daya Saing Industri Kaca Lembaran, Kemenperin Bakal Segera Terapkan Tiga Kebijakan Ini....

Oleh : Ridwan | Rabu, 27 Januari 2021 - 19:01 WIB

Ilustrasi Pabrik Kaca Lembaran
Ilustrasi Pabrik Kaca Lembaran

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebijakan penurunan harga gas untuk sektor manufaktur membawa dampak positif terhadap naiknya utilisasi produksi industri kaca lembaran hingga 67,5 persen pada akhir semester II tahun 2020. 

Pada semester sebelumnya, utilisasi sempat merosot sebesar 43,25 persen karena adanya pandemi Covid-19.

"Untuk mempertahankan daya saing sektor industri kaca lembaran dan pengaman nasional, diperlukan juga pengendalian impor yang diharapkan dapat meningkatkan utilisasinya," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu (27/1).

Khayam menjelaskan, implementasi pengendalian impor tersebut, di antaranya akan dilakukan melalui kebijakan pengendalian tata niaga impor kaca dan pembatasan pelabuhan masuk (bongkar) di wilayah Dumai dan Bitung. Selain itu, pemberlakuan dan memperketat pengawasan SNI wajib.

"Kami optimistis, berbagai kebijakan strategis itu dapat lebih memacu daya saing industri kaca lembaran di tanah air. Bahkan, mampu memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional," tuturnya.

Khayam menyebutkan, potensi industri kaca lembaran nasional saat ini ditopang oleh tiga perusahaan dengan total kapasitas produksi sebanyak 1,3 juta ton per tahun pada 2020. 

Hasil produksi kaca lembaran ini untuk memenuhi kebutuhan sejumlah sektor hilir, antara lain produk kaca pengaman untuk industri kendaraan bermotor (90%), kaca pengaman untuk bangunan (70%), serta industri cermin kaca mencakup interior dan kosmetik, kaca isolasi (insulating glass unit) dan lain-lain (10%).

Kami yakin, industri kaca nasional akan terus tumbuh setiap tahunnya, seiring kenaikan permintaan dari pasar domestik dan ekspor, ujarnya. 

Lebih lanjut, Dirjen IKFT menjelaskan, kebijakan pengembangan sektor manufaktur, seperti industri kaca ini akan difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku energi yang berkesinambungan dan terjangkau. 

"Upaya tersebut juga untuk memperdalam dan memperkuat struktur manufakturnya di Indonesia," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan menilai implementasi kebijakan harga gas untuk industri sebesar USD6 per MMBTU telah membantu menaikkan daya saing dan utilisasi para anggotanya. 

"Efek penurunan tarif gas berdampak positif bagi kinerja pabrikan selama pandemi. Bahkan, permintaan ekspor mulai naik," ungkapnya.

Yustinus menyatakan, pihaknya mendukung upaya Kemenperin untuk menjalankan program substitusi impor 35 persen pada tahun 2022. 

"Salah satunya kami ingin untuk menekan impor kaca lembaran tidak berwarna. Sebab, produk tersebut memiliki pangsa pasar terbesar di dalam negeri. Oleh karenanya, produsen lokal perlu didorong memperkuat lini kaca lembaran tidak berwarna," tandasnya.

AKLP menargetkan pertumbuhan sektornya akan mampu mencapai 5 persen pada tahun 2021. Hal ini ditopang dengan adanya program vaksinasi Covid-19 yang mulai dilakukan oleh pemerintah. 

"Target pertumbuhan industri kaca tahun ini sejalan dengan estimasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen versi pemerintah," ucap Yustinus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samsung S21 Ultra 5G adalah smartphone terkini yang diciptakan dan dihadirkan oleh Samsung Electronics ketika umat manusia di seluruh dunia melalui waktu-waktu sulit dan kritis di masa pandemi Covid-19. (Foto: Humas PT Samsung Electronics Indonesia)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 20:49 WIB

Beberapa Pekan Mendatang, Samsung Electronics Bakal Hadirkan Smartphone Kejutan Baru

Jakarta - Ini sedikit cerita mengenai kemajuan ponsel cerdas (smarphone) di era pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun terakhir ini. Banyak produsen ponsel yang berlomba-loma…

Batik Khas Tulungagung, Jawa Timur (Dok: Kemenparekraf)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:15 WIB

Pemkab Tulungagung dan Kemenparekraf Kolaborasi Kembangkan Potensi Parekraf

Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ilustrasi energi panas bumi (ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 18:41 WIB

Rampung Hanya Dalam 18 Bulan, PLTP Sorik Marapi Unit 2 Berkapasitas 45 MW Resmi Beroperasi

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Panas Bumi Sorik Marapi unit 2 berkapasitas 45 MW telah beroperasi komersil setelah menyelesaikan Unit Rated Capacity (URC) Test.

Badak circuit Tanjung Lesung

Minggu, 01 Agustus 2021 - 18:00 WIB

IMI Dukung Pembangunan Automotive Sport Tourism Tanjung Lesung

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Direktur Utama PT Banten West Java Tourism Development Poernomo Siswoprasetijo menandatangani…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjenguk Hari dan Tino di TMR

Minggu, 01 Agustus 2021 - 17:35 WIB

Patut Dicontoh! Anies Baswedan Jenguk Dua Harimau Sumatera, Hari dan Tino yang Terpapar Covid-19 di Ragunan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk dua warganya yang bernama Hari dan Tino usai dinyatakan positif Covid-19. Yang menarik warga yang dimaksudnya adalah harimau yang berada di Taman…