Menkes Akui Pemerintah Salah Sasaran soal Testing Covid-19

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 22 Januari 2021 - 10:19 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Antara/ CNN Indonesia)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Antara/ CNN Indonesia)

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui selama ini strategi testing, tracing, dan treatment atau 3T yang dijalankan pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) salah sasaran.

Menurut Budi, hal itu disebabkan testing yang dilakukan selama ini salah. Sebab, menurutnya, satu orang bisa dilakukan tes berulang kali, karena alasan bepergian.

Ia mencontohkan, dirinya bisa lima kali mengikuti tes PCR swab dalam seminggu hanya untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

"Kita itu enggak disiplin, cara testing-nya salah. Testing banyak, tapi kok naik terus, habis yang dites orang kayak saya. Setiap mau ke presiden dites," kata Budi dalam sebuah diskusi virtual yang ditayangkan kanal PRMN SuCi di Youtube, Rabu (20/1), seperti melansir CNN Indonesia.

Menurut Budi, testing dalam masa pandemi tidak seperti itu. Seharusnya, tes digencarkan ke orang-orang yang berstatus suspek.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan, selama ini orang-orang yang sering berpergian kerap melakukan tes PCR swab.

Hal tersebut berdampak pada kenaikan jumlah tes yang dilakukan di Indonesia, sehingga memenuhi standar tes yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

"Tapi enggak ada gunanya testingnya. Secara epidemiologi, hal-hal gitu yang harus diberesin," tuturnya.

Sampai dengan Kamis (21/1), total jumlah yang dites di Indonesia mencapai 5.718.753 orang. Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 8.560.220 spesimen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, jumlah tes terkait paparan virus corona yang dilakukan Indonesia telah melampaui target WHO.

Diketahui, WHO menargetkan jumlah tes per minggu suatu wilayah adalah 1 banding 1.000 populasi. Dengan rasio tersebut, maka Indonesia harus menggelar 267 ribu tes setiap pekan.

Berdasarkan data Satgas, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan sudah mencapai angka 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69 persen.

Namun demikian, jumlah kasus positif di Indonesia masih terus meningkat. Tercatat,

Dari jumlah tersebut, sebanyak 772.790 orang dinyatakan sembuh, dan 27.203 lainnya meninggal dunia. (CNN Indonesia)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Proses Pemeriksaan dan Pengujian Halal di Laboratorium PT SUCOFINDO (Persero)

Rabu, 03 Maret 2021 - 20:52 WIB

Optimalkan Layanan Pemeriksa Halal Sucofindo Rilis Aplikasi Registrasi Online Sertifikasi Halal

Jakarta – Sebagai komitmen dalam mengoptimalkan pelayanan kepada pelaku usaha terkait dengan pemastian produk halal, PT SUCOFINDO (Persero) merilis aplikasi Lembaga Pengujian Halal (LPH) untuk…

Akun media sosial YADIN

Rabu, 03 Maret 2021 - 20:05 WIB

Sambut Era Digital, Yadin Resmi Luncurkan Akun Media Sosial di Tiga Platform

PT. Yanmar Diesel Indonesia, anak perusahaan Yanmar Holdings Co., Ltd. meluncurkan akun media sosial resminya di 3 platform berbeda yaitu Facebook, Instagram, dan YouTube.

PT PP

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:53 WIB

PTPP Garap Pembangunan Proyek Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Senilai Rp940 Miliar

PT PP (Persero) Tbk, (“PTPP”) telah menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (“MUTIP”) di Nusa Tenggara…

MenkopUKM Teten Masduki (tengah) seusai menyaksikan penandatanganan MoU antara Smesco Indonesia dengan PT Kimia Farma

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:50 WIB

Perluas Pasar Produk Herbal dan Spa UMKM, Smesco Indonesia Teken MoU dengan Kimia Farma

Sebagai tindak lanjut dari MoU antara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dengan Menteri BUMN Erick Thohir tentang sinergi membantu UKM di sektor ritel, Smesco Indonesia (BLU dari Kemenkop…

Bank DKI juga memiliki produk e-money berbasis kartu yakni JakCard & JakLingko

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:04 WIB

PEFINDO Pertahankan Peringkat Rating Bank DKI di AA- Dengan Outlook Stabil

PEFINDO pertahankan peringkat rating PT Bank DKI (Bank DKI) dan Obligasi Berkelanjutan I / 2016 yang masih beredar pada rating “idAA-”. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat…