INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kabar duka menyelimuti dunia dakwah di Indonesia. Ulama  asal Madinah yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) Ali Saleh Jaber atau dikenal Syekh Ali Jaber meninggal dunia Kamis pagi di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih Jakarta.

Advertisement

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, kita semua berduka, Indonesia berduka, Syekh Ali berpulang ke Rahmatullah jam 8.30 pagi tadi di RS Yarsi," kata Ustad Yusuf Mansur (UYM) seperti dilansir redaksi Industry.co.id (14/1).

Menurut Yusuf Mansur yang berada dilokasi, Syekh Ali Jaber meninggal dalam kondisi non Covid atau negatif covid-19.

Advertisement

"Guru kita, 16 hari pakai ventilator karena Covid-19 dan mendapat perawatan khusus di ICU tapi semalam jam 8 drop, jantungnya lemah, denyut 190/menit, jam 23.00 dinyatakan kritis dan pagi ini jam 8.30 dinyatakan dokter telah meninggal dunia," ucap UYM.

"Beliau dipastikan dokter sudah negatif Covid-19, tegasnya.

Advertisement

Kemudian Yusuf Mansyur juga menyatakan bahwa dari semalam semua tokoh ulama dari berbagai Indonesia udah hadir disini, mendoakan dan menemani beliau.

"Guru kita ini cinta banget sama Indonesia, jasanya sama Indonesia besar banget. Insyaallah beliau syahid," pungkas UYM.

Advertisement

Perlu diketahui, Syekh Ali Jaber merupakan ulama ternama di Indonesia. Pria kelahiran Madinah Februari 1976 ini menikah dengan Umi Nadia, perempuan Indonesia asal Lombok, NTB dan memiliki seorang anak bernama Hasan. 

WNI penghapal Al-Quran ini juga memiliki anak angkat bernama M Gifari Akbar.

"Akbar kaget, syok mendengar kabar itu, Innalillahi wainnailahirojiun," ucap Akbar beberapa waktu lalu.

Akbar mengaku sangat kehilangan Abah sapaan keluarga Syeikh Ali Jaber yang disebutnya sebagai sosok yang sangat baik hati dan sangat penyayang.

"Semoga Abah ditempatkan Allah disurganya," ucap Akbar sambil menangis terisak-isak.

"Akbar mau sampaikan kekeluarga tetap kuat bisa bersabar dengan cobaan ini," pungkasnya.