TV SD Gandeng DEG Tingkatkan Praktik Bisnis Hijau Bagi Para Pelaku Industri Tekstil Indonesia

Oleh : Hariyanto | Jumat, 05 Mei 2017 - 15:01 WIB

(ki-ka): Suresh Kabra, PT Asia Pasific Fibers, Subramanian Vairavan, Manager for Inspection Service TV SD, Tan Lee Heng, Assistant VP of Product Service, Ramli Wijaya, Engineering Manager, PT Panarub Industry.
(ki-ka): Suresh Kabra, PT Asia Pasific Fibers, Subramanian Vairavan, Manager for Inspection Service TV SD, Tan Lee Heng, Assistant VP of Product Service, Ramli Wijaya, Engineering Manager, PT Panarub Industry.

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perusahaan global penyedia layanan uji coba, sertifikasi dan pelatihan, TÜV SÜD, bekerja sama dengan DEG, lembaga investasi dan pembangunan dari Jerman, berhasil merampungkan kegiatan Pelatihan Bisnis Hijau TÜV SÜD-DEG TripleC (C-Dialogue Competence Competitive) yang bertujuan menyediakan pengetahuan teknis mengenai penggunaan energi kepada perusahaan perusahaan alas kaki dan tekstil lokal.

Kegiatan tersebut memberikan pelatihan langsung dalam hal penghematan energi, jejak karbon, analisa siklus produk tekstil/ alas kaki, serta pemilihan energi alternatif seperti energi matahari. Kegiatan pelatihan ini telah dilksanakan untuk 80 perusahaan partisipan yang berada di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Salah satu hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah penurunan konsumsi energi sebesar 15% - 35%. Pengukuran dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan yang terkait dengan peningkatan laba dan daya saing perusahaan.

Sebagai tambahan, perusahaan juga dapat meningkatkan nilai brand mengenai praktik bisnis hijau dan keberlangsungan, termasuk referensi bagi standar industri internasional seperti ISO 14025 dan ISO/TS 14067.

"TÜV SÜD menyadari bahwa kenaikan tarif listrik untuk industri tekstil dan alas kaki menjadi perhatian yang serius bagi daya saing perusahaan. Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk membantu perusahaan mengatasi kekuatiran akan hal tersebut dalam proses manufakturing serta menemukan solusi yang efektif," jelas Eric Paulsen,  Presiden Direktur PT TÜV SÜD Indonesia di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

"Pelatihan kami bertujuan agar perusahaan tekstil dan alas kaki lokal mendapatkan informasi terkini serta pengetahuan mengenai praktik bisnis hijau dan standar industri. Selanjutnya, pelatihan ini akan mengidentifikasi ketidakefisienan pada operasional, kekurangan, serta potensi resiko yang kemungkinan terjadi, sambil memperlengkapi perusahaan dengan petunjuk langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan mereka," kata Arief Hendra Ariyana, Deputy General Manager, PT TÜV SÜD Indonesia.

Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta. Ramli dari PT Panarub memberikan testimoni bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, PT Panarub dapat menghemat listrik sampai dengan Rp 650.000.000 dalam satu tahun. Selain itu, beberapa perusahaan percontohan juga sudah mulai menggunakan energi alternatif seperti Fotovoltaik.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.