INDUSTRY.co.id - Jakarta- Gereja Katedral Jakarta membatasi umat yang hadir dalam ibadah tatap muka hanya sebanyak 309 orang atau 20 persen dari kapasitas gereja pada ibadah Natal 2020. 

Advertisement

Dalam kondisi normal, satu kali ibadah Gereja Katedral Jakarta mampu menampung 5.000 umat. Namun kini dibatasi yang dapat melaksanakan ibadah tatap muka.

"Umat yang hadir dalam gereja diberi kuota kurang lebih 20 persen dari kapasitas gereja," kata Pastor Kepala Paroki Katedral Jakarta, Romo Hani Rudi Hartoko.

Advertisement

Gereja Katedral Jakarta dan Gereja Katolik di keuskupan Jakarta melaksanakan ibadah Natal melalui dua cara, yaitu lewat daring melalui live streaming dan tatap muka.

Jemaat yang hadir juga dibagi dua yaitu 200 umat di dalam gereja dan 109 umat di luar gereja yaitu di Plasa Maria.

Advertisement

"Kami akan buat tur virtual gereja sehingga umat yang tidak hadir bisa ikut menyaksikan," imbuh Romo Hani.  

Untuk pelaksanaan ibadah tatap muka, dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan penerapan 3M sebagai paling dasar. Selain itu, pelaksanaan ibadah juga dibatasi hanya selama 60 menit.

Advertisement

"Kita sudah delapan bulan melaksanakan ibadah dalam kondisi pandemi, jadi tidak akan ada kerumunan karena sudah terlatih dan umat juga semakin sadar," terang Romo Hani. 

Setelah ibadah, umat diminta untuk tidak berkerumun dan segera pulang ke rumah. Karena setiap selesai ibadah akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Kali ini tenda di halaman gereja tidak dipasang, maka dibuat pohon Natal setinggi 10 meter yang dihiasi motif-motif Nusantara. Dimeriahkan tata lampu, serta iringan lagu-lagu gereja yang sudah diaransemen dengan nuansa etnik.

"Lagu Natal yang sudah diaransemen dengan nuansa etnik juga sudah direkam dan akan kami putar setelah misa agar tidak ada kerumunan," bebernya.

Natal tahun ini mengangkat tema, "Dan Mereka Menamakan Dia Imanuel.