INDUSTRY.co.id - Jakarta-Harapan membaiknya pasar properti Indonesia pada tahun 2017 ini masih belum padam. Masuk sebagai salah satu kebutuhan utama, hunian memang menjadi mimpi banyak orang.
Sayangnya, tak banyak yang mengetahui dengan jelas kapan dan bagaimana mimpi itu bisa diwujudkan.
Menyadari hal itu, Rumah123 kembali menggelar Sentiment Survey terkait tren perilaku pasar properti di Indonesia. Dari data yang berhasil diolah tim Business Intelligence Rumah123, pasar properti di Indonesia masih sangat menjanjikan dari sisi jumlah konsumennya.
"Sesuai bonus demografi saat ini, konsumen properti juga didominasi kalangan usia produktif. Sedangkan Konsumen first time home buyer juga masih menjadi pasar paling besar," ungkap Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung dalam acara Paparan Hasil Sentimen Survey di Jakarta (3/5/2017).
Untung menambahkan, meski paling besar dari sisi jumlah, para first time home buyers ini masih membutuhkan edukasi dan arahan tentang bagaimana mewujudkan mimpi mereka dengan lebih cepat.
Menurut Untung, masyarakat juga masih perlu mendapat edukasi tentang pola pembayaran, baik itu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), juga sistem cicilan langsung ke developer.
"Setidaknya, 52 persen konsumen mengaku belum memiliki uang yang cukup sebagai DP hingga tidak juga mengajukan KPR," tutup Untung.
Saat ini tren kawasan belum mengalami pergeseran. JaBoDeTaBek masih menjadi daerah incaran sebagai tempat tinggal, dan Jakarta masih menempati urutan pertama.
Seperti diketahui, jumlah golongan milenial yang notebene masuk di kelompok usia produktif di Jakarta mencapai 58 persen. Angka ini tentu sangat signifikan sebagai pasar properti, dan cenderung enggan meninggalkan Jakarta untuk tinggal di kota penyangga.
"Hasil survei ini memperlihatkan 60 persen responden yang tinggal di Jakarta memilih tetap menempati hunian di ibukota ini, dan Tangerang menjadi tempat favorit kedua," tutup Untung.