Nilep Duit Bansos Miliaran Rupiah, Menteri Sosial Juliari Batubara Dicomot KPK

Oleh : Ridwan | Minggu, 06 Desember 2020 - 03:57 WIB

Menteri Sosial Juliari Batubara
Menteri Sosial Juliari Batubara

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Sosial, Juliari Batubara, tersangkut kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 di Jabodetabek. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan menteri asal PDIP itu sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini merupakan buntut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan komisi pimpinan Firli Bahuri cs pada Jumat (4/12) malam hingga Sabtu (5/12) kemarin. 

"KPK menetapkan lima orang tersangka. Sebagai penerima, JPB, Menteri Sosial RI. Kemudian MJS (Matheus Joko Santoso), PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) program Bansos dan AW (Adi Wahyono), juga PPK program Bansos di Kemensos," ujar Ketua Firli Bahuri KPK dalam konferensi pers di lantai 3 Gedung Penunjang KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (6/12) dini hari, pukul 01.00 WIB.

Sementara dua tersangka lain sebagai pemberi suap adalah pihak swasta, yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke. 

Juliari disebut menerima uang fee dari rekanan dari proyek bansos sembako. Fee disepakati sejumlah Rp 10 ribu dari setiap paket bansos yang bernilai Rp 300 ribu. 

Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama, terkumpul fee senilai Rp 12 miliar. Matheus kemudian membaginya secara tunai ke Juliari senilai Rp 8,2 miliar. 

Uang tersebut kemudian dikelola oleh Eko dan Shelvy N, sekretaris di Kemensos yang juga orang kepercayaan Juliari. 

"Uang itu untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi JPB," ungkapnya. 

Sementara untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar. 

"Yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," imbuh Firli.

Sebagai penerima suap, Juliari dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Adapun Matheus dan Adi dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi suap, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mencoba alsintan di lahan pertanian

Kamis, 28 Januari 2021 - 07:12 WIB

Alat Mesin Pertanian Diyakini Dongkrak Produksi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan optimistis modernisasi pertanian Indonesia bisa semakin cepat dilakukan, terutama dengan semakin berkembangnya…

Pengusaha warteg

Rabu, 27 Januari 2021 - 21:15 WIB

KemenkopUKM Bakal Bawa Puluhan Ribu Warteg Bertransformasi ke Ranah Digital

KemenkopUKM menggandeng penyedia platform digital antara lain Wahyoo, startup teknologi yang selama ini fokus membantu meningkatkan nilai tambah warteg melalui digitalisasi.

Webinar Kerjasama VADS Indonesia dan TM ONE

Rabu, 27 Januari 2021 - 20:51 WIB

VADS Indonesia dan TM ONE Bekerjasama Tingkatkan Keamanan Digital Lewat Blockchain Secure Authentication Bersama FNSV Korea

PT. VADS Indonesia dan TM ONE melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan FNS Value Co., Limited (FNSV), perusahaan penyedia Blockchain Secure Authentication asal Korea untuk penunjukkan…

GoSure

Rabu, 27 Januari 2021 - 20:15 WIB

GoSure Produk Besutan GoJek Luncurkan Inovasi Asuransi Khusus Gadget

GoSure kembali meluncurkan produk asuransi inovatif untuk gadget lainnya.

Gedung Kementerian Pertanian

Rabu, 27 Januari 2021 - 20:14 WIB

Kementan Raih Penghargaan Indriya Mandrawa dari LAPAN

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (PUSDATIN) Kementerian Pertanian (Kementan) meraih penghargaan Dwi Indriya Mandrawa kategori kementerian/lembaga. Apresiasi ini diberikan Lembaga Penerbangan…