INDUSTRY.co.id - Semarang- Pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Tengah pada triwulan pertama 2017 mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya permintaan pasar global.

"Untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada Triwulan I 2017, turun sebesar 3,57 persen dari produksi triwulan IV tahun lalu," kata Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Totok Tavirijanto kepada awak media di Semarang, Selasa (2/4/2017)

Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Menurut Totok, penurunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 4,11 persen.

Berdasarkan data, ada tujuh kelompok industri yang mengalami penurunan produksi, di antaranya adalah farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional turun sebesar 10,32 persen, disusul oleh penurunan pada sektor industri logam dasar sebesar 9,63 persen.

Selanjutnya adalah industri pengolahan tembakau turun sebesar 9,61 persen dan industri minuman turun sebesar 9,30 persen.

Meski demikian, ada beberapa kelompok industri manufaktur yang mengalami kenaikan produksi cukup besar yaitu kayu, barang dari kayu, dan gabus serta anyaman bambu dan rotan sebesar 9,24 persen.

Selanjutnya, kenaikan juga terlihat pada kelompok furnitur sebesar 8,95 persen, serta bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik sebesar 8,05 persen.

Sementara itu, kondisi berbeda ditunjukkan pada produksi manufaktur mikro dan kecil pada triwulan I tahun 2017 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dia mengatakan untuk kenaikannya sebesar 0,22 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2016.

"Kenaikan ini sangat baik mengingat industri kecil dan mikro juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya sektor industri baik dalam skala regional maupun nasional," katanya.

Oleh karena itu, dikatakannya, perlu adanya alat kontrol usaha industri manufaktur mikro dan kecil agar tetap dapat tumbuh kembang dengan baik, salah satunya dengan mengetahui pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil secara berkala.