INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) pada hari ini telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, seiring dengan prestasi kinerja yang gemilang sepanjang tahun 2016.

Sepanjang tahun 2016, CAP sukses mencetak rekor laba bersih sebesar USD 300,1 juta, dan akan membagikan deviden tunai kepada para pemegang saham.

"Dalam rapat kali ini, kami telah menyetujui penggunaan 50 persen dari laba bersih tahun 2016 sebagai deviden tunai dengan total nilai sebesar USD 150 juta," ungkap Direktur CAP, Suryandi di Jakarta (2/5/2017).

Suryandi menambahkan, dalam rapat, pemegang saham juga memberikan pengesahan dan persetujuan terhadap laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan tahun buku 2016. Selain itu rapat juga memberikan persetujuan atas rencana penambahan modal Perseroan dengan memberikan Hak Memegang Efek Tarelebih Dahulu (HMETD) melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas II (rights issue).

"Dana yang diperoleh akan digunakan perseroan sebagai belanja modal sejalan dengan rencana bisnis jangka menengah perseroan untuk menambah kapasitas produksi dan diversifikasi portofolio produk," terang Suryandi.

Pada tahun lalu, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 300,1 juta atau naik 1,043 persen dari sebelumnya yang sebesar USD 26,3 juta di tahun 2015. Sementara itu, pendapatan bersih sebesar USD 1,9 miliar atau naik 40 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar USD 1,3 miliar.

Sedangkan untuk laba kotor CAP di tahun 2016 meningkat 239 persen year-on-year menjadi USD 494 juta. Alhasil, marjin laba kotor dan marjin laba bersih masing-masing melonjak menjadi 26 persen dan 16 persen dari tahun sebelumnya.

"Pebaikan kualitas marjin ini mencerminkan marjin petrokimia yang kuat, utilisasi pabrik yang lebih baik dengan kapasitas lebih besar serta optimalisasi portofolio produk," tambah Suryandi.

Sehubungan dengan penambahan kapasitas produksi, perseroan sedang melakukan studi kelayakan kompleks petrokimia terintegrasi kedua di Indonesia yang akan berlokasi dekat dengan kompleks pabrik saat ini. Kompleks baru berskala dunia ini nantinya akan terdiri dari cracker ethylene berkapasitas 1 juta ton per tahun dan berbagai turunan hilirnya. Selai itu, perseroan juga melakukan penambahan kapasitas sebesar 37 persen untuk pabrik butadine menjadi 137 kilo ton anum (KTA) serta menambah pabrik Polyethylene baru dengan kapasitas sebesar 400KTA.

"Dengan berbagai langkah ekspansi ini, perseroan optimis untuk dapat lebih melayani pasar domestik yang terus bertumbuh dan berkembang," tutup Suryandi.